KEPANJEN - Wacana pemasangan tarif untuk pengunjung museum tragedi Kanjuruhan ditindaklanjuti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang.
Perangkat daerah (PD) yang membawahi stadion Kanjuruhan itu akan membuat memorandum of understanding (MoU) dengan pengelola museum.
Sebelumnya, Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK) mewacanakan, pengunjung museum tragedi Kanjuruhan akan dikenai tarif masuk.
Hasil dari tiket pengunjung akan digunakan untuk perawatan gedung dan perlengkapan lainnya.
Seperti baju pertandingan, syal, tiket penonton dan sepatu-sepatu milik korban tragedi Kanjuruhan.
Kepala Dispora Kabupaten Malang M. Hidayat tidak berkomentar banyak.
Pasal nya, bentuk fisik museum dan monumen tragedi tersebut belum rampung.
Hal itu tergantung pada kesepakatan nanti.
”Harus ada MoU antara pengelola dan Pemkab Malang. Kami tergantung nanti bunyi perjanjiannya seperti apa,” terang dia.
Artinya, tidak menutup kemungkinan museum tersebut akan dikenakan tarif bagi para pengunjung yang masuk Bagi dia, semua tergantung keputusan Bupati Malang terpilih nantinya.
Bisa juga Pemkab akan menerapkan penarikan retribusi dari museum.
Tapi Hidayat belum bisa memberikan komentar.
”Nanti saja, bunyi MoU-nya seperti apa,” ujar dia.
Sementara dalam pan dangan mata Jawa Pos Radar Kanjuruhan di lokasi museum, sudah terlihat sedikit progres.
Tembok seng yang berdiri di depan pintu 13 sudah dirobohkan.
Jendela di samping pintu tempat korban meninggal terbanyak juga sudah dibeli blok paving khusus jendela.
Sedangkan untuk monumen, baru sampai pada tahap penggalian fondasi.
Rencananya, tugu peringatan tragedi 1 Oktober 2022 itu akan berbentuk tiga pilar pipih menjulang dikelilingi kolam dan terdapat surai berbentuk singa.
Dengan nama-nama korban tragedi di tiap sisinya.
Lalu ada diorama kronologi tragedi 1 Oktober 2022 itu terjadi.
Project Manager Waskita Stadion Kanjuruhan Vino Teguh Pramudia mengatakan, untuk pekerjaan di sekitar gate 13 hampir selesai.
Yakni dengan penguatan struktur bangunan.
Untuk monumen, dia melanjutkan, baru pekerjaan awal.
Tapi dipastikan akan selesai hampir bersamaan dengan pekerjaan stadion.
”Paling tidak Desember sudah selesai,” ujar dia. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana