KARANGPLOSO – Alun-Alun Karangploso ramai pengunjung.
Ketika jam pulang sekolah, banyak orang tua yang mengajak anaknya bersantai.
Namun, Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Desa Girimoyo, Karangploso tersebut dinilai perlu perawatan.
Salah seorang wisatawan, Aini Septiawati mengatakan, dia rutin mengajak anaknya bersantai di Alun Alun Karangploso.
“Biasanya saya ke sini saat siang hari setelah makan siang. Biar anak-anak senang dulu dan mau diajak tidur siang,” ujar Aini.
Menurut dia, alun-alun tersebut nyaman dikunjungi.
Tempatnya juga teduh dan ada wahana permainan untuk anak-anak. Sayangnya dari segi keindahan masih kurang.
Misalnya, papan nama Alun-Alun Karangploso sudah tidak ada.
Kemudian masih banyak juga sampah yang berserakan.
“Mungkin karena tempat sampah yang kurang. Jadi orang orang membuang sampah sembarangan,” lanjutnya.
Menanggapi usulan wisatawan tersebut, Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Johan Dwijo Saputro mengatakan, pihaknya akan mengupayakan perbaikan tahun depan.
”Beberapa waktu lalu, papan nama alun-alun itu tertimpa pohon trembesi sampai rusak. Karena belum ada anggaran, kami arahkan teman-teman untuk membersihkan saja,” ujar Johan.
”Kami tidak bisa menganggarkan mendadak,” imbuh pejabat eselon III A Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.
Dia menyebutkan, pada 2024 belum ada anggaran untuk perbaikan Alun-Alun Karang ploso. Karena termasuk bencana.
Selain papan nama, dia melanjutkan, akan sekaligus memperbaiki tiang penyangga logo Malang Kabupaten yang terletak di ujung ruang publik itu.
Sebab, tiang penyangga logo tersebut sudah berkarat dan tidak layak.
Seperti diberitakan, pada 2024, anggaran perbaikan RTH taman hanya dialokasikan Rp 2 miliar.
Itu di maksimalkan untuk perawatan hingga operasional 36 titik taman dengan luas sekitar 13 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana