Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Desa di Kabupaten Malang Terdampak Kekeringan Kembali Bertambah

Mahmudan • Minggu, 3 November 2024 | 19:15 WIB
KRISIS BELUM BERAKHIR: Warga Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare antre mendapatkan air hasil pasokan dari PT Perum Jasa Tirta I. BPBD KABUPATEN MALANG FOR RADAR KANJURUHAN
KRISIS BELUM BERAKHIR: Warga Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare antre mendapatkan air hasil pasokan dari PT Perum Jasa Tirta I. BPBD KABUPATEN MALANG FOR RADAR KANJURUHAN

KALIPARE – Bukannya reda, kekeringan di Bumi Kanjuruhan semakin parah.

Indikasinya, desa-desa yang mengalami krisis air bersih terus bertambah.

Desa terbaru yang dilanda kekeringan adalah Sukowilangun, Kecamatan Kalipare.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, total ada 18 desa kekeringan.

Lokasinya menyebar di tujuh kecamatan. Mayoritas area Malang selatan.

Sementara ini, pola penanggulangan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang adalah dropping air bersih.

Hingga sabtu lalu (1/11), dropping air bersih di belasan desa tersebut mencapai 3,5 juta liter air bersih.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan memaparkan, pihaknya mengetahui adanya penambahan desa terdampak kekeringan setelah Pemdes Sukowilangun mengirim surat permohonan dropping air bersih pada 31 Oktober lalu.

“Kami sudah lakukan asessment dan menaruh tandon besar di sana,” terangnya.

Di desa tersebut ada empat RT yang kesulitan air bersih.

Hal itu membuat sekitar 92 kepala keluarga (KK) atau 368 orang warga tidak bisa menjalankan aktivitas sehari-hari seperti mandi, mencuci baju, dan kebutuhan lain.

”Sumber air yang biasa menjadi tumpuan warga untuk kebutuhan sehari-hari mengering,” kata dia.

Untuk menanggulangi sementara masalah tersebut, empat tandon ukuran 1.200 liter ditaruh di wilayah yang terdampak kekeringan.

Untuk memenuhi toren air itu diperkirakan hanya memerlukan satu truk tangki dengan kapasitas 5 ribu liter.

“Besok (hari ini, 3/11) baru percobaan dropping air,” kata Sadono.

Sadono lantas merinci desa-desa yang dilanda kekeringan.

Di Kecamatan Kalipare, di antara desa yang mengalami krisis air bersih adalah Sukowilangun, Putukrejo, Kalipare dan Arjosari.

Kemudian di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) terdapat lima desa terdampak kekeringan.

Lalu di Donomulyo ada empat desa, tiga desa di Gedangan, dua di Pagak dan satu desa di Bantur.

Khusus di Bantur, dia mengatakan, dropping air memberi manfaat bagi sekitar 5.191 KK atau 15.689 jiwa dalam wilayah tersebut.

“Per Jumat lalu (1/11) kami sudah dropping 3.457.150 liter air,” ujar Sadono.

Jumlah tersebut juga termasuk dropping ke 2 Puskesmas, dan empat institusi pendidikan.

Jelasnya, air yang diberikan hanya berupa stimulan untuk Pemerintah Desa (Pemdes) setempat agar bisa mencari sumber air alternatif untuk warganya. (biy/dan)

DICONGKEL: Muina menunjukkan hasil panen ubinya di Desa Somalang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Sabtu (19/10).  (AYU LATIFAH/JPRM)
DICONGKEL: Muina menunjukkan hasil panen ubinya di Desa Somalang, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Sabtu (19/10). (AYU LATIFAH/JPRM)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kekeringan #krisis air bersih #Kabupaten Malang #Kalipare #BPBD Kabupaten Malang