Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cabup Malang Sanusi Akan Perluas Family Corner di 31 Kecamatan

Mahmudan • Rabu, 6 November 2024 | 14:35 WIB
LINDUNGI PEREMPUAN: Calon Bupati Malang H M. Sanusi bersama ratusan kader perempuan di Desa Simojayan, Kecamatan Ampelgading, kemarin (5/11).
LINDUNGI PEREMPUAN: Calon Bupati Malang H M. Sanusi bersama ratusan kader perempuan di Desa Simojayan, Kecamatan Ampelgading, kemarin (5/11).

 

 

AMPELGADING - Pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang Sanusi dan Lathifah Shohib (SaLaf) gencar menyampaikan visi dan misinya ke masyarakat. Kemarin (5/11), Sanusi menghadiri pertemuan rutin kader perempuan di Desa Simojayan, Kecamatan Ampelgading. Selain dasa cita yang menjadi program unggulan, dia juga berkomitmen akan melanjutkan program-program perlindungan terhadap perempuan. Salah satunya, memfasilitasi korban yang mengalami masalah keluarga.
”Perlindungan perempuan ini karena menyangkut kepentingan banyak pihak, kami akan kolaborasikan semua stakeholder,” ujar Sanusi kemarin.
Jika terpilih sebagai kepala daerah, Calon Bupati (Cabup) Malang dengan nomor urut 01 itu menegaskan, program tersebut akan dikomandoi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang. Supaya perlindungan terhadap perempuan dapat terwujud dengan maksimal. “Sama seperti program family corner yang sudah ada. Itu nanti akan kami lanjutkan,” imbuh kader PDIP itu.
Program tersebut sebagai sarana pencegahan konflik dalam rumah tangga yang korbannya didominasi perempuan dan anak. Apalagi hingga berujung perceraian. Pada 2024, family corner sudah terbentuk di 11 masjid di Kabupaten Malang. Di antaranya di Masjid An-Nur Pakis, Masjid Besar Sabilal Muhtadin Poncokusumo, Masjid Besar Al-Ihsani Pakisaji, dan Masjid Jami’ Al-Musthofa Gondanglegi.
Ke depan, program tersebut akan diperluas ke 33 masjid di 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Setiap masjid besar akan diisi satu konselor yang sebelumnya harus lulus pelatihan. Tujuannya supaya konselor mampu berperan dalam meringankan beban mental, bahkan memberikan solusi kepada pasien konseling.
Secara spesifik, penyuluhan melalui family corner mengutamakan permasalahan rumah tangga. Seperti menyangkut psikologi rumah tangga maupun kekerasan kepada anak dan perempuan. Berbeda dengan konselor tingkat kecamatan yang saat ini sudah disediakan untuk penderita gejala depresi. (yun/dan).

Editor : Mahmudan
#pilkada 2024 #Bupati malang sanusi #Sanusi