Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bukti Peninggalan Kerajaan Singosari, Candi di Kabupaten Malang Ini Sedot 2.000 Wisatawan Setiap Bulan

Mahmudan • Selasa, 12 November 2024 | 20:02 WIB
DIDOMINASI PELAJAR: Para wisatawan menikmati keindahan Candi Singosari di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang kemarin (11/11). Rata-rata, setiap bulannya ada 2.000 wisatawan.
DIDOMINASI PELAJAR: Para wisatawan menikmati keindahan Candi Singosari di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang kemarin (11/11). Rata-rata, setiap bulannya ada 2.000 wisatawan.

SINGOSARI - Wisata budaya di Kabupaten Malang semakin diminati wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Candi Singosari di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang misalnya.

Setiap bulannya Candi Singosari Kabupaten Malang mampu menyedot sekitar 2.000 wisatawan.

Mayoritas dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Juru Pelihara Candi Singosari Munarif mengatakan, kunjungan wisatawan mencapai 2.000-2.500 orang per bulan.

Dari jumlah tersebut, 20 persen di antaranya termasuk wisatawan mancanegara (wisman).

Kunjungan paling ramai pada September lalu.

Biasanya wisatawan datang ke candi tersebut tidak hanya untuk berfoto.

Melainkan sekaligus mempelajari sejarah Candi Singosari.

”Pernah juga ada rombongan arkeolog mancanegara datang ke sini (Candi Singosari). Mereka fokus meneliti arca-arca,” ucapnya kemarin (11/11).

Biasanya, dia mengatakan, wisman sudah membawa tour guide yang bertugas untuk menjelaskan terkait sejarah Candi Singosari.

Namun jika tidak ada tour guide, mereka akan meminta bantuan juru pelihara untuk menjelaskan sejarah tersebut.

Imbalan pun tidak dipatok harga.

Biasanya wisman memberikan sekitar Rp 50 ribu yang digunakan untuk pemeliharaan sarana pelengkap candi.

Seperti toilet umum.

Sedangkan wisatawan domestik, dia melanjutkan, selain untuk melihat candi, juga biasanya untuk keperluan tugas sekolah atau kuliah.

Seperti membuat video dengan latar belakang Candi Singosari.

“Kunjungan candi di Singosari ini sebenarnya cukup banyak. Selain lokasinya di tepi jalan raya, juga dekat dengan tempat wisata lain,” lanjut pria yang sebelumnya menjadi juru pelihara Candi Badut itu.

Seperti Museum Singhasari, Candi Sumberawan, dan Arca Dwarapala.

Sejak pandemi Covid-19, juga diterapkan satu aturan baru.

Pengunjung yang tujuannya hanya untuk berwisata dilarang menaiki candi.

Kecuali untuk keperluan ibadah.

Peraturan tersebut juga sebagai upaya untuk menjaga kebersihan dan kesakralan candi.

Sementara itu, satu-satunya kekurangan candi yang sulit dipenuhi yakni tempat parkir.

Lahan yang terbatas membuat perwujudannya tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Walaupun sudah mengajukan bantuan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kini Kementerian Kebudayaan) melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK). (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Candi Singosari #wisatawan #Kabupaten Malang #2000 #Sedot #setiap bulan