Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Coba Skema Tiga Pemain Belakang

Galih R Prasetyo • Jumat, 15 November 2024 | 21:00 WIB

 

BEREKSPERIMEN: Thales Lira  (kanan) dan Achmad Maulana Syarif berusaha menghentikan Arkhan Fikri dalam sesi latihan di ARG Soccer Field, Selasa lalu (12/11).
BEREKSPERIMEN: Thales Lira (kanan) dan Achmad Maulana Syarif berusaha menghentikan Arkhan Fikri dalam sesi latihan di ARG Soccer Field, Selasa lalu (12/11).

KABUPATEN – Tim pelatih Arema FC terus mencoba memperbanyak opsi skema permainan tim. Terbaru, Joel Cornelli bereksperimen dengan bermain menggunakan tiga pemain belakang.

Thales Lira, Anwar Rifai, Bayu Aji, Jhon Alfarizi sampai Choi Bokyung dicoba mengisi komposisi anyar itu.

Pelatih Kepala Arema FC Joel Cornelli mengatakan, jeda panjang kompetisi memberikan kesempatan mengeksplorasi kekuatan tim. Seperti dengan mencoba taktik dan komposisi pemain yang baru.

”Karena kami punya banyak waktu, jadi bisa dipakai untuk mencoba beberapa variasi permainan,” tutur juru taktik asal Brasil itu.

Menurutnya, harus ada ide ide baru dan permainan tim terus berkembang. Tujuannya, supaya lawan tidak mudah melakukan antisipasi kekuatan Singo Edan.

Dia percaya, hal itu akan membantu tim bersaing di kompetisi yang panjang. Dalam 10 laga BRI Liga 1 lalu, formasi permainan Arema FC tercatat tidak banyak diubah.

Berdasar sejumlah sumber statistik, Singo Edan hampir selalu tampil dengan 4231. Lalu beberapa kali, bermain dengan 433. Menerapkan permainan itu menjadi dua sisi mata koin untuk Singo Edan.

Pertama, chemistry terbentuk. Kedua, membuat permainan tim kerap dibaca lawan. Kekalahan melawan Persija menjadi satu contohnya.

Joel menjabarkan, bermain dengan tiga pemain belakang akan membuat formasi tim variatif. Dimana Arema FC, bisa bermain dengan 352, 343, dan 3421.

”Kami akan lebih fleksibel dengan banyak opsi permainan,” katanya.

Lebih lanjut, ide lain menggunakan formasi tiga pemain belakang muncul seusai melawan PSS Sleman, PSIS Semarang, dan Persija Jakarta.

”Saya melihat permainan mereka menjadi lebih efektif dan cepat dengan skema itu,” jelasnya. Tidak hanya itu, dia melihat sektor sayap tim tim tersebut sangat agresif. Di tempat terpisah, Full back Arema FC Achmad Maulana mengatakan, sangat siap dengan tugas khusus dari pelatih.

Dia melihat, tidak ada masalah baginya untuk melakukan perubahan formasi permainan.

”Sangat penting bagi sebuah tim untuk selalu adaptif dengan segala kondisi pertandingan,” katanya.

Menurutnya, rencana tim saat pertandingan selalu menyesuaikan siapa yang menjadi lawan. Karena itu, kerap dilakukan perubahan komposisi atau formasi setiap pekan.

Achmad melihat, tim selalu memanfaatkan apa yang menjadi titik lemah lawan. Pertandingan melawan Barito Putera misalnya, Arema FC berusaha bermain rapat.

Tujuannya, supaya lawan kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaik. Saat itu, Singo Edan juga dituntut melakukan pressing ketat supaya lawan tidak lama dengan bola.

Pemain asal Bandung itu mengatakan, jeda kompetisi bulan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Itu karena, lawanlawan mereka ke depan tidak mudah. Di antaranya Madura United, Persita Tangerang, dan Persebaya Surabaya.

”Kami harus menjadi lebih baik seusai jeda,” jelas dia. (tio/gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#skema baru #Arema FC #Kabupaten Malang