KABUPATEN - Tak selalu embusan angin yang menjadi penyebab tumbang atau patahnya pohon.
Contohnya terjadi di Jalan Raya Ampeldento, Kecamatan Pakis kemarin siang (14/11), sekitar pukul 12.20.
Dahan pohon berjenis karet kebo dengan tinggi sekitar delapan meter patah setelah ditabrak truk kontainer.
Rantingnya berserakan di jalan dan sempat mengganggu pengendara lainnya.
Dari pantauan koran ini di lapangan, pohon yang tidak terlalu tinggi membuatnya mudah tersangkut bak truk yang lewat.
Mirisnya, truk penabrak dahan pohon itu langsung pergi setelah kejadian.
”Sebelumnya kami sudah rutin melakukan perempesan pohon,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Peningkatan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Anita Aulia Sari.
Terutama di jalan protokol seperti Jalan Raya Ampeldento, kemarin.
Mendengar ada kabar pohon yang patah, pihaknya langsung menerjunkan petugas untuk melakukan proses evakuasi.
Butuh waktu 30 menit bagi petugas untuk mengevakuasi ranting yang patah.
Meski ukurannya tidak terlalu besar, panjangnya berkisar antara tiga meter.
Untuk memudahkan proses evakuasi, ranting yang patah itu dipotong menjadi beberapa bagian.
”Kejadian di depan SDN 1 Ampeldento itu pohonnya milik sekolah, tapi tetap kami evakuasi,” lanjut Anita.
Memasuki musim hujan seperti saat ini, dia menyebut bila pihaknya rutin mendata dan merapikan dahan yang dicurigai membahayakan.
Seperti pohon-pohon yang sudah berusia di atas 10 tahun.
Upaya itu memang dibutuhkan.
Sebab, rentetan kejadian pohon tumbang mulai terjadi di Kabupaten Malang.
Yang cukup parah terjadi pada 4 November lalu.
Saat itu, terdapat lima pohon yang tumbang dan dahannya patah karena tersapu angin kencang di Jalur Lingkar Barat (Jalibar), Kecamatan Kepanjen.
Atap salah satu warung milik warga juga terimbas. (aff/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana