Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

SaLaf Komitmen Tingkatkan Bank Sampah

Mahmudan • Selasa, 19 November 2024 | 22:21 WIB
KUATKAN EKONOMI: Calon Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib bersama warga desa donomulyo kemarin (18/11).
KUATKAN EKONOMI: Calon Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib bersama warga desa donomulyo kemarin (18/11).

DONOMULYO - Aspek ling­kungan tidak luput dari per­hatian pasangan calon (paslon) no­mor urut 1 HM. Sanusi ­Lathifah Shohib (SaLaf ). 

Dalam kesem­ patannya menyapa warga Desa Donomulyo ke­marin (18/11), Calon Wakil Bupati (Cawabup) Malang Lathifah Shohib menyam­paikan komitmennya mem­ perhatikan bank sampah.

”Bank sampah ini masih mandiri dan termasuk gerakan sosial. Insya Allah pembinaan pasti ada nanti, melalui DLH (Dinas Ling­kungan Hidup),” ujar Lathifah di hadapan warga Desa Donomulyo.

Sementara terkait program­ program lebih lanjut, pihak­nya akan mempelajari ter­ lebih dahulu kebijakan dari DLH Kabupaten Malang.

”Tapi Calon Bupati Sanusi mengatakan sudah ada
investor yang akan mengolah sampah plastik dan sudah proses pembangunan,” imbuhnya.

Sehingga pegiat bank sam­pah nanti dapat dimanfa­ atkan sebagai sumber bahan baku untuk tempat pengolah sampah tersebut.

Sebab, bank sampah tersebut me­mang mengumpulkan sam­pah­-sampah rumah tangga yang dapat didaur ulang.

Di antaranya kardus hingga botol plastik bekas.

Dengan adanya tempat pengolahan tersebut, sampah menjadi lebih bernilai secara ekonomi.

Semakin tinggi permintaan, harganya pun semakin tinggi.

“Kami harap, kalau sudah berdiri tempat pengolahan sampah itu, harga limbahnya bisa semakin mahal. Karena me­ reka membutuhkan bahan baku,” kata Lathifah.

Seperti diberitakan, di Kabupaten Malang terdapat program penanganan sam­pah melalui Bersih Indonesia (BI) yang diluncurkan pada awal Januari 2024 di TPA Paras, Kecamatan Ponco­ kusumo.

Di TPA tersebut akan dibangun Material Recovery Facility (MRF) atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Di dalamnya juga akan ter­ dapat mesin pemilah sam­pah organik dan anorganik.

Selain memberi pembi­naan, Lathifah juga menampung keluhan para pegiat bank sampah.

Seperti nasabah bank sampah yang tidak rutin menyetor sampah.

“Namanya gerakan sosial, kadang masyarakat se­ mangat, kadang juga malas,” katanya.

”Sekarang juga ada pemulung. Jadi, daripada mengumpulkan kemudian membawa ke suatu tempat, lebih baik dijual ke pe­ mulung,” tambah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Salaf #bank sampah #Tingkatkan #Komitmen