KABUPATEN – Pemerintah pusat berencana melakukan perbaikan kondisi jalan di dalam Bendungan Sutami.
Aspal jalan di dalam kawasan bendungan itu memang terlihat banyak keretakan, meski masih bisa dilewati.
Selain perbaikan jalan, pemerintah juga merancang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di bendungan tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebutkan, secara umum kondisi bendungan di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang itu masih sangat layak.
Namun pihaknya menjamin tetap akan ada penanganan untuk kerusakan permukaan jalan.
”Kami sudah memanggil konsultan bendungan dari Taiwan. Rekomendasinya sedang dikaji ulang oleh tim dari Dirjen Sumber Daya Air, yaitu Komisi Keamanan Bendungan,” ujarnya saat berkunjung ke Bendungan Sutami kemarin (20/11).
Menurut Dody, review teknis bendungan oleh konsultan memang membutuhkan waktu lebih lama.
Perbaikan yang akan dilakukan nanti sesuai hasil diskusi antara komisi keamanan bendungan dengan konsultan teknis yang ditunjuk.
”Insya Allah tahun depan sudah mulai dikerjakan,” ucap Dody.
Pada kesempatan yang sama, Dody mengungkap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bendungan Sutami sudah memasuki tahap diskusi.
Diskusi itu dilakukan antara perwakilan badan usaha dari China dan PT PLN yang diwakili PLN Nusantara Power (PLN NP).
”Sekarang sudah masuk IUPTLS (Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Sendiri). Kalau sudah masuk, Insya Allah dalam waktu dekat bisa terealisasi,” kata alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Sebagai informasi, PLTS akan dibangun secara terapung di Waduk Karangkates.
Saat ini waduk tersebut sudah dimanfaatkan PT PLN NP untuk mengoperasikan PLTA Sutami dengan kapasitas 3 x 35 MW.
Ke depan, pengem bangan PLTS akan semakin memaksimalkan pemanfaatan Waduk Sutami sebagai sumber energi terbarukan.
Dody menambahkan, PLTS akan dibangun dengan kapasitas setara dengan PLTA, yakni sekitar 105 MWac (mega watt arus bolak-balik).
Karena bendungan penuh dengan air, penempatan solar panel harus dilakukan dengan hati-hati.
Tujuannya agar tidak ada gangguan ketika dilakukan maintenance.
”Saat ini sedang proses finalisasi,” pungkasnya. (yun/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana