KABUPATEN Sejak Sabtu (23/11) sampai Minggu (24/11), tiga nyawa melayang di perlintasan kereta api yang berada di Kecamatan Pakisaji.
Semuanya tertabrak kereta api.
Satu di antaranya mengarah pada dugaan bunuh diri.
Peristiwa terakhir terjadi pada Minggu pagi (24/11) di perlintasan sebidang Jalan Soneta, RT 62/RW 13, Dusun Sonotengah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji.
Sekitar pukul 09.30, sebuah motor Honda Vario dengan nomor polisi (nopol) N 4460 GE tertabrak KA Matarmaja jurusan MalangSemarang Pasar Senen (Jakarta).
Ada dua korban pada kecelakaan tersebut.
Yakni Romdoni, 58, asal Desa Wringinanom, Kecamatan Pakisaji, dan Bunari, 66, lansia asal Jalan Suropati, Desa Wajak, Kecamatan Wajak.
Keduanya berboncengan di atas satu motor.
Menurut sejumlah saksi mata, awalnya motor dengan warna silver kombinasi putih itu melaju dari arah barat ke timur.
Atau dari Jalan Raya Kebonagung masuk ke Sonotengah.
Kemudian motor itu tertabrak KA dengan nomor perjalanan 233 yang ditarik lokomotif CC201 77 16 Depo Induk Sidotopo, Surabaya.
”Korban tertabrak pas di tengah. Posisi motornya benar benar berbenturan dengan bagian depan tengah lokomotifnya,” kata Wahyu Bagus, 40, salah satu warga di sekitar lokasi.
Kedua korban langsung terpental sekitar 5 meter ke arah selatan.
Akibat luka yang parah, keduanya meninggal di lokasi kejadian.
Belakangan diketahui bahwa perlintasan sebidang tersebut tidak memiliki penjaga resmi.
Saksi lain bernama Heri Mulyo, 40, menambahkan bahwa perlintasan tersebut hanya dijaga relawan.
Sekitar dua orang gantian berjaga setiap hari.
”Memang tidak ada palang pintunya. Kalau Minggu memang libur,” singkat dia.
Sebelum kecelakaan terjadi, Heri sebenarnya sudah berada di dekat rel KA.
Dia juga melihat korban melaju ke timur melintasi rel tanpa menoleh ke kanan dan kiri.
”Sudah saya teriak mengingatkan kalau ada kereta api. Tapi mereka tidak mendengar,” ujar dia.
Selain dua korban tewas itu, sejatinya ada premotor lain yang juga melintas jelang KA kelas ekonomi jurusan Jakarta itu lewat.
Tapi pemotor itu selamat. Hanya nyaris ikut jadi korban.
Sehari sebelumnya juga terjadi kecelakaan kereta api di Kecamatan Pakisaji.
Lokasinya di Jalan Flamboyan, Dusun Jatirejo, Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji.
Kuat dugaan bawa peristiwa itu mengarah ke bunuh diri.
Korban merupakan perempuan berinisial DL, usia 24 tahun.
Sekitar pukul 12.50, masinis kereta api melihat korban berjalan di atas rel kereta api.
”Masinis sudah membunyikan klakson, tapi korban tidak menghiraukan. Akhirnya tubuh korban tertabrak dan langsung meninggal dunia,” kata Kapolsek Pakisaji AKP Indra Subekti.
Informasi yang diterima wartawan koran ini, korban meninggalkan seorang anak berusia 3 bulan.
Kuat dugaan bahwa korban sengaja menabrakkan dirinya ke KA yang tengah melintas.
Motor Honda Beat nopol N 5171 EBB milik korban ditemukan 70 meter dari jasadnya berada.
Ada kesaksian juga yang menyatakan bahwa sebelum tewas, dia sempat beli es kelapa. (biy/aff/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana