KABUPATEN - Cuaca Malang Raya sedang memburuk.
Kabar banjir akibat cuaca Malang Raya yang ekstrem, terdengar di berbagai saluran informasi.
Kabar cuaca Malang hari ini, sejumlah desa di Malang selatan terkena banjir, bahkan ada yang dikabarkan meninggal.
Kondisi alam yang memburuk sudah terjadi sehari sebelumnya.
Dalam kurun waktu 30 menit, dua pohon di Kabupaten Malang tumbang, kemarin (28/11).
Yang pertama pohon berjenis sono di depan SDN 1 Majangtengah, Kecamatan Dampit.
Selanjutnya berjenis waru di Jalan Raya Ketawang, Gondanglegi.
Akar yang rapuh menjadi penyebab kedua pohon itu tumbang.
Pohon sono di Kecamatan Dampit yang memiliki diameter 60 sentimeter tumbang sekitar pukul 12.00. Batang pohon sempat menutup jalan raya.
Gilang, salah satu warga di sana menyebut bila akar pohon memang lapuk.
Ditambah pohon itu sudah diguyur hujan sejak pagi.
”Kalau umurnya kirakira sembilan tahunan,” ujar Gilang.
Warga sekitar segera mengevakuasi pohon yang cukup besar itu.
Proses evakuasi memakan waktu hingga satu jam.
Beberapa warga memotong pohon dengan gergaji mesin.
Sementara itu, pohon waru setinggi enam meter di Jalan Raya Ketawang, Kecamatan Gondanglegi roboh sekitar pukul 12.30.
Saat itu kondisinya juga sama dengan Kecamatan Gondanglegi.
Saat diperiksa warga, pohon dengan diameter sekitar 70 sentimeter itu juga roboh akibat akar yang lapuk.
Dua warung milik warga terdampak tumbangnya pohon tersebut.
Atap warung kopi tampak rusak setelah tertimpa ranting pohon.
”Atap aluminium ini jadi bengkok dan harus diganti,” ucap Reni, pemilik warung kopi.
Reni dan warga lain bergegas menelepon Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang untuk melakukan evakuasi.
Baca Juga: Pohon Trembesi di Kota Malang Tumbang setelah Dirapikan
Butuh waktu sekitar satu jam untuk mengevakuasi pohon tersebut.
”Sekalian kita lakukan perempesan pada rantingranting pohon di sebelahnya untuk pencegahan,” kata Kabid Pembangunan dan Peningkatan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Anita Aulia Sari. (aff/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana