KABUPATEN - Hujan deras selama hampir sepekan terakhir mengakibatkan beberapa daerah di Kabupaten Malang terendam banjir.
Salah satunya di Kampung Ra’as Dusun Sendangbiru, RT 21/RW 04, Desa Tambakrejo yang sudah terendam sejak empat hari lalu.
Hingga kemarin (1/12), air masih menggenangi kawasan tersebut.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Malang kemarin, ketinggian air yang merendam Kampung Ra’as sekitar 60-70 sentimeter.
Warga yang rumahnya terdampak banjir terpaksa mengungsi ke musala maupun rumah tetangga atau saudara terdekat yang tidak terdampak.
Ada pula sebagian warga yang sudah kembali dari mengungsi untuk membersihkan rumah.
Terutama mereka yang genangan air di rumahnya sudah di bawah 30 sentimeter.
Warga setempat bernama Muhammad Sholihin menuturkan, banjir terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu (27/11).
Hujan tidak kunjung berhenti hingga Kamis (28/11).
Namun saat itu masih belum ada tandatanda banjir.
“Kamis malamnya, sekitar pukul 21.00 atau 22.00, banjir tiba-tiba datang hingga ketinggian 1,8 meter sampai 2 meter,” ucapnya saat ditemui kemarin.
Begitu banjir datang, bapak-bapak dan para pemuda langsung mengevakuasi anakanak dan lansia jompo ke musala serta rumah-rumah yang tidak terkena banjir.
Pria kelahiran Banyuwangi itu menjelaskan, di lingkungan tersebut tidak pernah terjadi banjir hingga kedalaman lebih dari 1 meter.
Biasanya, ketinggian banjir hanya sekitar 30 sentimeter saja dan akan surut pada satu malam, meskipun air laut sedang pasang maksimal.
“Banjir kali ini kemungkinan karena hujan lebat ditambah gua yang menjadi jalan keluarnya air ke laut tertimbun lumpur,” kata Sholihin.
Gua itu terletak di bawah bukit yang memang berfungsi mengalirkan air ke laut.
Lebarnya sekitar 1,4 meter dan tingginya sekitar 1,5 meter.
Namun, karena terdapat alih fungsi lahan di bagian atas gua, tanah di bagian itu perlahan longsor.
Begitu bercampur dengan air hujan, tanah menjadi lumpur dan menutup gua.
Sehingga, air menuju laut yang seharusnya melewati gua tersebut mengarah ke permukiman.
Terpisah, Ketua RT 21 Dusun Sendangbiru Misaji menyebut bantuan untuk korban banjir sudah mulai berdatangan dari berbagai elemen.
Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Kementerian Sosial (Kemensos), hingga perguruan tinggi dan organisasi masyarakat.
“Bantuannya macam-macam. Mulai dari pakaian, peralatan mandi, hingga seragam sekolah anakanak,” kata Misaji.
Berdasar pendataan dampak banjir, terdapat 44 KK yang merupakan warga asli RT 21 dan 26 KK yang merupakan pendatang.
Di antara puluhan KK tersebut juga banyak siswasiswi SD yang hari ini (Senin, 2/12) menjalani ujian akhir sekolah.
“Karena itu, selain bantuan makanan, bantuan seragam yang paling kami utamakan,” pungkasnya. (yun/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana