SUMAWE - Cuaca buruk berdampak terhadap hasil tangkapan ikan nelayan Sendangbiru Malang selatan.
Imbasnya, harga harga ikan laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondokdadap, Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan merangkak naik.
”Bulan-bulan ini memang bukan musim ikan. Nelayan nya juga sudah kembali ke daerah asal masing masing,” ucap Agus, salah satu pedagang di Kios Ikan Nelayan (KIN) area Sendangbiru kemarin (1/12).
Dia memperkirakan, penurunan hasil tangkapan melebihi 50 persen. Tapi saat cuaca mendukung dan hasil tangkapan ikan bagus, pasokan ikan ke seluruh kios bisa mencapai 1 ton.
Sebaliknya saat cuaca buruk, pasokan ikan hanya sekitar 250 kilogram atau seperempat ton. Biasanya dia bisa menjual hingga 10 kuintal ikan.
“Biasanya, Maret sudah kembali normal, termasuk harga ikannya,” imbuh pria berusia 40 tahun itu.
Dia menyebut, kenaikan harga ikan tidak signifikan.
Misalnya 1 kilogram tuna biasanya berharga paling mahal Rp 25 ribu per kilogram.
Saat ini mencapai Rp 30 ribu per kilogram.
Begitu pula dengan ikan benggol yang biasanya per kilogram mencapai Rp 12 ribu menjadi Rp 15 ribu sampai Rp 17 ribu.
Namun kemarin kualitas ikan bisa dibilang bagus.
Ukurannya pun besar.
Sehingga, kenaikan harga pun masih wajar.
Hal yang sama juga di alami pedagang lainnya, Marhati.
Namun kondisi ikannya cukup buruk.
Terdapat beberapa bagian yang pecah di bagian perut ikan.
Sehingga harganya lebih murah.
”Di sini, ikan tuna yang kecil sekitar Rp 17 ribu per kilogram. Kalau masuk pindangan hanya Rp 12 ribu per kilogram,” kata dia.
Biasanya, pedagang bisa menjual 35 kuintal per hari.
”Kalau lagi musim dan produksinya banyak, bisa menjual sampai 10 kuintal,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana