KEPANJEN – Juli, 55, warga RT 1 RW 1 Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen ditemukan mengambang di sungai Jalur Lingkar Barat (Jalibar) kemarin (2/12).
Diduga dia meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik alat penyetrum ikan.
”Ditemukan pukul 13.00, tapi baru dievakuasi sekitar pukul 15.45 karena menunggu kepolisian dan tim medis dari PMI Kabupaten Malang,” ujar ketua RT 1 Desa Dilem Agus Rosadi ditemui di lokasi kemarin.
Dia tidak mengetahui kronologi meninggalnya Juli.
Dia mengetahui setelah salah seorang warga pencari kayu menemuinya.
Kepada Agus, warga tersebut menceritakan ada jenazah mengambang di sungai area Jalibar.
Dari dokumentasi yang didapat Jawa Pos Radar Kanjuruhan, Juli memakai baju warna kuning kombinasi hitam.
Kemudian memanggul sebuah wadah penampungan yang terbuat dari jerigen warna biru ukuran sedang.
Itu merupakan tanda bahwa korban meninggal saat menyeterum ikan di sungai tersebut.
Hal itu pun dibenarkan oleh Agus.
”Ya, yang bersangkutan sedang mencari ikan di sungai dengan cara menye terum ikan,” terang Agus.
Sementara Ngatemo, 69, salah satu warga membenarkan bahwa korban meninggal akibat alat seterum ikannya sendiri.
Diketahui bahwa korban sudah berpamitan mencari ikan di sungai metro sejak pukul 10.00.
”Biasanya ada temannya dan membawa alat seterum dari platina. Yang minim risiko untuk terseterum, tapi kalau yang sekarang ini kepunyaan korban sendiri,” ucap dia.
Menurut Ngatemo, alat setrum dari platina biasa digunakan Juli dan kawan kawan seprofesinya untuk mencari belut.
Tapi kemarin, murni untuk mencari ikan.
Proses evakuasi baru berlangsung pukul 15.45.
Dengan sekitar delapan orang memanggul jenazah dari bawah aliran sungai ke atas.
Beberapa di antara orang yang ikut mengangkat jenazah korban adalah anggota keluarganya.
Salah satu keponakan laki laki Juli pun menangis tersedu-sedu mendapati kepergian pamannya untuk selamanya.
Pihak keluarga juga tidak berkenan jenazah Juli divisum.
Mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana