Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

FPIK UB Teliti Perkembangan Ekowisata Bahari di Malang Selatan

Aditya Novrian • Selasa, 3 Desember 2024 | 20:07 WIB
TRADISI TAHUNAN: Nelayan Sendang Biru melarung sesaji pada Upacara Petik Laut di perairan dekat Pantai  Tiga Warna
TRADISI TAHUNAN: Nelayan Sendang Biru melarung sesaji pada Upacara Petik Laut di perairan dekat Pantai Tiga Warna

KABUPATEN - Sumber daya alam (SDA) berupa laut di Kabupaten Malang mempunyai potensi untuk dikulik.

Salah satunya adalah perkembangan ekowisata bahari di Kabupaten Malang.

Saat ini sudah ada 114 desa wisata bahari yang tersebar di Malang Selatan.

Hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) mengungkapkan bahwa optimalisasi ekowisata bahari dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Studi yang dilakukan di enam desa pesisir yaitu Ampelgading, Bantur, Donomulyo, Gedangan, Sumbermanjing Wetan, dan Tirtoyudo merumuskan model pengembangan ekowisata bahari berbasis keberlanjutan dan inklusivitas.

Ketua tim penelitian Prof Dr Rudianto MA mengatakan, untuk mengidentifikasi hubungan antara aspek ekonomi, ekologi, sosial, dan budaya dalam pengelolaan kawasan ekowisata, penelitian tersebut menggunakan pendekatan Generalized Structured Component Analysis (GeSCA).

”Kami melihat bahwa ekowisata tidak hanya tentang pelestarian alam tetapi juga harus memberikan dampak nyata pada kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Prof Rudianto.

Penelitian itu juga menemukan beberapa tantangan utama.

Meliputi keterbatasan infrastruktur, kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekowisata, serta perlunya kolaborasi antara sektor publik dan swasta.

Namun demikian, peluang model yang dirumuskan tersebut sangat menjanjikan, seperti peningkatan lapangan kerja, pengembangan usaha kecil, dan perlindungan biodiversitas.

Tantangan besar yang dihadapi ekowisata di Kabupaten Malang adalah meningkatnya tekanan urbanisasi yang menyebabkan perubahan fungsi lahan.

”Maka perlu kolaborasi antara pemerintah dan komunitas lokal agar kampanye wisata ramah lingkungan semakin masif,” kata Prof Rudianto. (dur/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#ekowisata #malang selatan #FPIK UB