PAKISAJI - Ratusan pelaku industri gula dari seluruh Indonesia berkumpul di Pabrik Gula (PG) Kebon Agung, Pakisaji, Kabupaten Malang, kemarin (5/12).
Mereka menghadiri National Sugar Summit (NSS) di Kabupaten Malang.
Tujuh isu gula nasional yang dibahas di Kabupaten Malang.
Di antaranya meraih swasembada gula konsumsi pada 2028 dan swasembada gula industri pada 2030.
Acara yang ketujuh kalinya itu menghadirkan tiga menteri.
Yakni Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Selain itu, hadir pula Gubernur BI Perry Warjiyo.
“Untuk pertama kalinya NSS diadakan di pabrik gula, biasanya di hotel” ujar Direktur Utama PT Kebon Agung Didid Taurisianto di sela acara.
Selain membahas tantangan industri gula, NSS kali ini juga diikuti kunjungan pada lahanlahan penelitian tebu di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang.
Tujuannya untuk melihat potensi gula dan menggambarkan roadmap industri gula Indonesia kedepannya.
”Kami mematok tiga target. Yaitu memetakan rencana swasembada gula konsumsi agar tercapai pada 2028 dan swasembada gula industri di tahun 2030. Juga perluasan lahan tebu hingga 700 ribu hektar, serta produksi bioethanol hingga 1,2 juta kilo liter pada 2030,” terangnya.
Selain itu, update teknologi di bidang on farm dan off farm pun dibahas dan didemonstrasikan.
Termasuk model kemitraan berbasis kearifan lokal di wilayah Malang Selatan.
Sebab hak itu selama bertahun-tahun mengantarkan Malang menjadi sentra area tebu di Jawa Timur.
Sebagai tuan rumah, PG Kebon Agung juga memamerkan inovasinya, yaitu sebagai model industri gula yang sukses memadukan teknologi dan kemitraan hingga tumbuh menjadi perusahaan gula yang berdaya saing tinggi di tengah pesatnya persaingan. (aff/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana