Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Banjir Malang Selatan, Pesisir Tenggelam, Pengunjung Tak Lagi Bebas karena Bahaya, Dilarang Masuk Pantai Ini

Mahmudan • Senin, 9 Desember 2024 | 17:21 WIB
TANGKAL BANJIR: Warga bersama mahasiswa menanam mangrove di sekitar Pantai Wonogoro, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Sabtu lalu (7/12).
TANGKAL BANJIR: Warga bersama mahasiswa menanam mangrove di sekitar Pantai Wonogoro, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Sabtu lalu (7/12).

GEDANGAN – Imbas banjir di Malang Raya dua pekan lalu, Pantai Wonogoro steril wisatawan.

Hingga kemarin (8/12) pantai di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan ditutup untuk wisatawan.

Sebab fasilitas rusak akibat diterjang air bah. Banjir yang melanda pantai yang terkenal dengan sebutan pasir putih bercampur hitam itu terjadi pada Kamis lalu (28/11).

Saat itu juga terjadi banjir di enam kecamatan lainnya.

”Jalan, loket, dan tempat parkir rusak. Gasebo yang ada di kawasan parkir ikut terbawa air. Sekitar enam warung yang ada di sana juga ikut terendam,” terang Kepala Resor Polisi Hutam (KRPH) Perhutani Sumbermanjing Kulon Suliono kemarin (8/12).

Perbaikan dan pembersihan masih terus berlangsung hingga kemarin.

Suliono menambahkan, posisi pantai Wonogoro yang berada di muara dua sungai membuat tempat tersebut rawan dilanda bencana banjir.

Selama ini, pantai tersebut aman dari luberan air sungai karena ada tanggul alami yang terbuat dari pasir laut.

Namun pada saat kejadian, tanggul tergerus luapan air yang begitu besar.

Selain itu, ada juga risiko abrasi dari gelombang samudera.

Oleh karena itu, penanaman pepohonan tepi pantai dirasa menjadi solusi sementara pencegah gerusan air laut.

”Kemarin (Sabtu, 7/12) ada penanaman pohon bakau dan pandan laut di pantai bersama mahasiswa KKN,” ujar Suliono.

Di lain tempat, Direktur BUMDes Samudera Emas Suliswanto membenarkan bahwa Pantai Wonogoro tersebut masih ditutup untuk wisatawan.

Pembersihan sampah dan perbaikan sarana masih terus berlangsung.

”Sekarang yang dibenahi adalah jalan dan loket masuk,” terang dia ketika dihubungi.

Proses tersebut kini sudah terlaksana 20 persen.

Pihaknya memperkirakan, Sabtu pekan depan, pantai sudah bisa dibuka kembali untuk para pelancong.

Kemungkinan pembenahan masih juga berlangsung saat itu.

Suliswanto memperkirakan kerugian akibat bencana banjir mencapai Rp 50 juta.

”Banjir dua pekan lalu adalah kali kedua terjadi di Pantai Wonogoro. Empat tahun lalu juga terjadi banjir dan kerusakan yang ditimbulkan pun hampir sama. Jalan, warung, loket dan tempat parkir rusak akibat terjangan air bah,” bebernya.

Suliswanto mengatakan pencegahan kejadian serupa diharapkan mendapat uluran tangan dari pemerintah.

Yakni dengan membangun semacam tanggul penahan abrasi.

”Semacam penanaman paku bumi atau tanggul beton di area sungai. Karena dua kali banjir itu menyebabkan abrasi besarbesaran,” tandas dia. (biy/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Dilarang #banjir malang selatan #Pantai Wonogoro #pengunjung