Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Air Waduk Pagak Malang Selatan Menyusut Setiap Musim Hujan, Ternyata Ini Penyebabnya, Kunjungan Wisatawan Merosot

Mahmudan • Selasa, 10 Desember 2024 | 01:30 WIB
TAK BEROPERASI: Perahu jadi wahana wisata di Waduk Dempok, Desa Gampingan, Pagak terdampar di tengah waduk kemarin. Air surut setiap musim penghujan.
TAK BEROPERASI: Perahu jadi wahana wisata di Waduk Dempok, Desa Gampingan, Pagak terdampar di tengah waduk kemarin. Air surut setiap musim penghujan.

PAGAK – Ada pemandangan tak biasa di waduk Wisata Mahoni Dempok kemarin (8/12).

Memasuki musim hujan, air di waduk Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang justru surut.

Wahana wisata perahu yang sebelumnya beroperasi melayani wisatawan, kini berhenti. 

Irfan Ziqni, karyawan penjaga loket Wisata Mahoni Dempok mengatakan, surut dan pasangnya air waduk turut memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan.

Sebab, waduk itu menjadi salah satu atraksi wisata yang menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

”Kalau airnya tidak surut, per hari bisa 200300an pengunjung. Tapi kalau surut seperti saat ini cuma sekitar 50 pengunjung,” ucapnya.

Dia menyebutkan, air di waduk justru surut saat musim penghujan.

Kemudian air akan kembali pasang saat musim kemarau.

“Bulan Maret biasanya baru ada airnya lagi (mulai musim kemarau). Kalau airnya tidak surut, dibuat naik perahu. Pas surut begini biasanya akan ditanam jagung oleh warga,” imbuhnya.

Salah seorang warga Prasetyo Pujiono mengatakan, surutnya air tersebut disebabkan adanya penutupan pintu air dari Waduk Karangkates.

Sehingga air yang mengalir ke waduk tempat wisata menjadi terhambat.

”Akhir Desember depan airnya akan lebih banyak di barat (lokasi terdekat Waduk Karangkates). Di sini sudah dangkal,” kata Prasetyo yang pernah menjadi penjaga dermaga perahu di waduk Dempok itu.

Padahal, dia mengatakan, waduk tersebut memiliki kedalaman sekitar 15 meter.

Namun bisa surut dengan mudah sewaktuwaktu.

”Penyebabnya bukan karena cuaca. Lebih ke pengaturan bukatutup pintu airnya,” ucapnya.

Wahana tersebut juga terhitung banyak peminat, khususnya anakanak.

Dalam satu hari saja bisa ada sekitar 3060 penumpang.

”Kalau Sabtu bisa sampai 100 penumpang. Minggu lebih ramai lagi, bisa sampai 200 penumpang,” katanya.

Sebab, selain ramah untuk anakanak, wahana tersebut juga terhitung murah.

Setiap penumpang hanya ditarik Rp 5.000 dan mereka sudah bisa berkeliling waduk menggunakan perahu tersebut. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pagak #Waduk #musim hujan #malang