SUMBERPUCUNG – Pekan depan, pengendara yang masuk bendungan Lahor di Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang harus menyiapkan emoney.
Sebab, sistem pembayarannya akan diterapkan secara otomatis.
Tidak seperti selama ini yang bisa membayar menggunakan uang tunai.
Jika tidak ada aral, Jumat depan (20/12) sudah terpasang palang pintu yang membuka otomatis jika pengendara sudah membayar.
Tarifnya tidak berubah.
Rp 1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 3.000 untuk mobil.
Bagi yang berlangganan, dikenakan biaya Rp 15.000 per bulan untuk kendaraan roda dua kategori umum dan khusus pelajar Rp 5.000 per bulan.
Sedangkan tarif untuk kendaraan roda empat berlangganan sebesar Rp 50.000 per bulan.
Sementara bagi warga setempat dapat mengakses bendungan secara gratis.
Asalkan sudah daftar ke Perum Jasa Tirta Asa 1 dengan membawa fotokopi KK dan KTP beserta nomor polisi kendaraan.
“Bagi yang punya kartu etol juga bisa digunakan untuk membayar,” ujar Koordinator Pariwisata Sutami Lahor, Gatot Sudaryono saat ditemui kemarin (11/12).
Bagi pengendara yang lupa membawa kartu akan disediakan kartu di dekat pintu masuk tersebut.
Dengan penerapan pembayaran otomatis tersebut, Gatot menambahkan, pembayaran akan berjalan lebih tertib.
Namun petugas yang saat ini berjaga pun masih tetap ada di loket.
Itu untuk berjaga jaga jika pengendara ada kendala.
“Sosialisasi kepada tokoh masyarakat pun sudah kami lakukan. Mereka menyambut baik kebijakan tersebut,” kata Gatot.
Sejak pagi kemarin sudah ada beberapa warga yang menanyakan terkait sistem baru itu.
Ke depan, sosialisasi kepada masyarakat melalui pihak desa juga akan dilakukan.
Untuk saat ini, pembayaran tiket masuk masih berlaku secara manual.
Warga yang hendak mengakses jembatan bendungan itu harus antre untuk membayar tarif yang ditentukan. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana