Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perbaikan Sementara Kelok 9 JLS Ditarget Rampung 3 Hari

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 14 Desember 2024 | 01:10 WIB
SAMBANG AKSES: Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN)  Provinsi Jawa mendatangkan alat berat untuk pemadatan tanah di Kelok 9 Jalur Lingkar Selatan kemarin.
SAMBANG AKSES: Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Provinsi Jawa mendatangkan alat berat untuk pemadatan tanah di Kelok 9 Jalur Lingkar Selatan kemarin.

KABUPATEN – Kerusakan jalan di Kelok 9 Jalur Lingkar Selatan (JLS) yang masuk wilayah Dusun Panggungwaru, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo mulai dibenahi.

Kemarin (12/12), ekskavator didatangkan untuk memindahkan aspal yang hancur dan meratakan tanah.

Perbaikan yang bersifat sementara itu ditarget selesai dalam tiga hari.

Setelah itu, badan jalan dapat dilalui kendaraan roda empat dengan ukuran kecil dan roda dua.

Perbaikan yang dilakukan hanya sebatas pemadatan tanah yang tidak longsor.

Untuk pengaspalan jalan dan perbaikan permanen, pihak Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Provinsi Jawa Timur masih menunggu hasil pemeriksaan.

”Kalau berdasarkan pemeriksaan kami terdapat sekitar 10 titik longsor,” ujar Kasatker PJN Wilayah I Provinsi Jatim Deny Purwa Indarsa.

Rinciannya, delapan longsoran di lereng bawah dan dua longsoran di titik atas.

Dari 10 titik itu, paling parah terjadi di Kelok 9 hingga menyebabkan jalan terputus.

Sepanjang pengamatan Deny, sepuluh titik longsor itu dipicu bermunculannya sumber air baru di tebing tebing.

Hal itu menyebabkan tanah berongga dan fondasi jalan aspal terkena air.

Padahal, fondasi jalan itu harus selalu kering agar konstruksinya tetap kuat.

Dia menambahkan, perbai kan JLS secara permanen membutuhkan pengecekan secara menyeluruh lebih dulu.

Mulai dari kondisi tanah dan tingkat kepada tannya.

Untuk saat ini pihak nya menunggu pemeriksaan dari para ahli.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Gatot Subroto menuturkan, selain bermunculan banyak sumber, kondisi tanah yang merenggang juga dipicu banyaknya alih fungsi lahan.

Pohon pohon besar banyak ditebang atau tumbang.

Sepanjang pengamatannya, banyak lahan di lereng gunung yang sudah ditanami jagung dan sawi oleh warga sekitar.

Beberapa lahan dibiarkan kosong dan ditumbuhi rumput liar.

“Saya rasa perlu koordinasi dengan Perhutani juga untuk mitigasi bencana jangka panjang,” ujar Gatot. (aff/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Infrastruktur #kerusakan jalan #Kabupaten Malang #JLS