DONOMULYO – Setelah dua bulan mengering akibat musim kemarau, kini Sumber Sengkaring di Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo mulai mengeluarkan air.
Namun masih belum bisa dimanfaatkan warga.
Sebab kondisi airnya keruh.
Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan di lokasi, sumber yang menghidupi warga 857 kepala keluar (KK) itu mengeluarkan air keruh.
Diduga akibat longsor disertai sumber, sehingga longsoran tanah mengganggu kejernihan air.
”Selain untuk kebutuhan warga, sumber tersebut juga mengairi 250 hektare lahan pertanian,” ujar Kepala Desa Tulungrejo Nuryadi kemarin.
Akibat kekeringan beberapa bulan lalu, warga Desa Tulungrejo tidak bisa memanen padi sebanyak satu kali.
Sebab tanah tidak bisa ditanami.
Padahal biasanya panen di sana bisa sampai tiga kali dalam satu tahun.
“Panennya waktu bulan April dan Agustus lalu,” terang Nuryadi.
Meski airnya keruh, warga masih bersyukur.
Agar bisa dimanfaatkan warga, air tersebut didiamkan dulu sampai jernih.
“Sebelum didistribusikan ke warga harus diendapkan dulu,” kakta dia.
Sejauh ini sudah tidak ada keluhan kekurangan air bersih lagi dari warga.
Untuk itu pihak desa juga sudah mulai fokus mencari penyebab keringnya sumber.
Kemarin (13/12), pihak Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur datang ke Sumber Sengkaring untuk meneliti kondisi sumber.
Utamanya mencari tahu aliran yang menyebabkan sumber menjadi kering.
Menurut Nuriyadi, air yang biasa muncul ke permukaan beralih mengalir pada rongga rongga bawah tanah.
Dugaan sementara terdapat retakan tanah di sekitar sumber sehingga air mengalir ke retakan tersebut.
“Tinggal menunggu hasil investigasi dari SDA Jatim supaya bisa mitigasi agar tidak terjadi kekeringan serupa,” pungkas Nuriyadi. (aff/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana