PAGAK – Tanggul pasir penangkal longsor di Gunung Geger, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak belum selesai dibangun.
Padahal beberapa hari lagi sudah memasuki musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Diperkirakan jalur Gunung Geger akan diakses banyak wisatawan menuju Pantai Ngeliyep, sehingga proyek harus dipercepat.
Kemarin (13/12), pekerjaan penempatan karung pasir belum sepenuhnya menyentuh seluruh area bekas longsor Terutama di bagian bawah corcoran beton jalan utama penghubung Kepanjen Pagak.
Seperti diberitakan, akhir November lalu area tersebut longsor.
Hal itu mengakibatkan separo ruas jalan tidak bisa dilintasi.
Panjang jalan yang terkena longsor sekitar 30 meter dengan kedalaman 6 meter.
Sejak Senin lalu (9/12), pekerja dari Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang memasang trucuk dan sandbag (karung berisi pasir).
Perkiraan awal bisa rampung tiga hari.
Tapi nyatanya terlambat.
Pekerjaan mandeg apabila sudah malam atau telah turun hujan.
Kabid Pembangunan dan Peningkatan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari mengatakan, cuaca menjadi faktor utama penyebab pekerjaan tersebut belum selesai.
Padahal 24 Desember depan sudah masuk nataru.
“Kalau cuaca mendukung pekan depan pasti selesai,” ucap dia.
Proyek serupa juga dilakukan pada 21 titik lain yang rawan longsor.
Lokasinya tersebar di beberapa kecamatan.
Di antaranya Bantur, Pagak, Kalipare, Donomulyo, Gedangan, Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Ampelgading, Wajak, Jabung, Wonosari, Ngantang dan Pujon.
“Untuk Malang Barat (Pujon, Ngantang) sudah selesai semua. Sekarang fokusnya di Malang Selatan,” imbuh Anita.
Diketahui bahwa pemasangan sandbag di Malang Barat sudah rampung sejak 1 Desember lalu.
Sedangkan di kecamatan lain sampai sekaeang masih berlangsung semuanya.
“Ini bersamaan dilaksanakannya,” kata dia. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana