Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wajak Kabupaten Malang Hasilkan 1 Ton Keju Per Tahun

Mahmudan • Minggu, 15 Desember 2024 | 17:40 WIB
SUPLAI PASAR NASIONAL: Seorang pekerja menunjukkan cara pembuatan keju di UPT PPHT Sapi Perah, Desa Bambang, Kecamatan Wajak. UPT PPHT SAPI PERAH KABUPATEN MALANG
SUPLAI PASAR NASIONAL: Seorang pekerja menunjukkan cara pembuatan keju di UPT PPHT Sapi Perah, Desa Bambang, Kecamatan Wajak. UPT PPHT SAPI PERAH KABUPATEN MALANG

WAJAK - Kabupaten Malang menjadi daerah penghasil keju cukup besar. 

Dalam setahun memproduksi 1 ton keju. 

Lokasi produksinya di UPT Pembibitan dan Pengolahan Hasil Ternak (PPHT) Sapi Perah Desa Bambang, Kecamatan Wajak. 

“Produksi keju tergantung dari produksi susu di kandang UPT, sekitar 70100 liter per hari. Per 100 liter susu menghasilkan 7 kilogram keju dengan rendemen 7 persen,” ujar Pengelola Unit Pengolahan Keju Fransiska Rahmadani. 

Bahan baku pembuatan keju dari sapi perah yang dibudidayakan UPT PPHT. 

Namun, karena produksi susu sudah tidak maksimal, terkadang UPT membeli susu dari masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan. 

Untuk diketahui, proses pembuatan keju tersebut membutuhkan waktu cukup lama. 

Yakni bisa mencapai lebih dari 20 jam. 

Kemudian, secara umum, keju baru dapat dijual ketika berumur tiga bulan. 

Sambil menunggu waktu penjualan, keju disimpan di gudang penyimpanan yang berukuran sekitar 5 x 15 meter. 

Tembok sekaligus pintu bagian dalamnya berlapis styrofoam setebal 5 sentimeter dan dilapisi lagi dengan aluminium foil. 

Di dalam ruangan, dipasang delapan AC dengan suhu 16 derajat. 

Selama 24 jam, AC tersebut harus menyala. 

Jika ada pemadaman listrik, dilarang ada yang memasuki ruangan tersebut supaya suhu terjaga di angka 1317 derajat Celcius. 

Begitu juga dengan kelembaban yang harus terjaga. 

Sebab, jika terlalu kering, keju akan pecah. 

Sedangkan jika terlalu basah, keju akan berjamur. 

Umumnya, reseller memesan keju berumur 6 bulan hingga di atas 1 tahun. 

“Tidak ada masa kadaluarsa. Semakin tua dia akan semakin keras dan semakin pahit. Pahit itu menjadi ciri khas rasa gouda. Kami juga ada keju tertua produksi 1998,” lanjutnya. 

Keju tersebut dipasarkan di kota-kota besar. Seperti Bali, Jogjakarta, Bandung, Surabaya, dan Banyuwangi. 

Dengan target pasar wisman yang memang sudah familiar dengan rasa keju. 

Dalam satu tahun, UPT menjual rata-rata 1 ton keju gouda atau keju kuning berbahan susu sapi. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#wajak #Kabupaten Malang #keju #UPT PPHT Sapi Perah Kabupaten Malang