Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Puluhan Orang Nikmati Pijat Akupresur Gratis di Kabupaten Malang

Mahmudan • Selasa, 17 Desember 2024 | 01:14 WIB
HARI DISABILITAS: Seorang penyandang tunanetra memijat salah satu pengunjung Taman Wisata Sengakling, Desa Sengkaling, Kecamatan Dau, kemarin (15/12).
HARI DISABILITAS: Seorang penyandang tunanetra memijat salah satu pengunjung Taman Wisata Sengakling, Desa Sengkaling, Kecamatan Dau, kemarin (15/12).

DAU - Penyandang disabilitas tunanetra melayani pijat akupresur gratis kemarin (15/12) di Kabupaten Malang.

Acara yang digelar di Taman Wisata Sengkaling, Desa Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang itu untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI).

Untuk diketahui, akupresur yang dilakukan di Kabupaten Malang itu adalah pemijatan yang dilakukan pada titik tertentu di permukaan tubuh sesuai dengan Ilmu Akupunktur.

Bedanya, jika akupuntur menggunakan jarum, akupresur menggunakan jari.

Ketua Panitia Pelaksana HDI Imam Syafi’i menjelaskan, kegiatan itu sudah rutin diadakan DPC Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Malang.

Selain pijat gratis, juga ada penyaluran paket sembako dan tes kesehatan gratis.

“Untuk tes kesehatan diprioritas kan bagi tunanetra. Tapi kalau ada masyarakat umum yang mau, ya, kami persilakan,” ujar Imam di sela kegiatan kemarin.

Dia menyebutkan, tunanetra yang bergabung dan terdaftar Pertuni hanya 92 orang dan hampir seluruhnya berprofesi sebagai juru pijat.

Itu hanya 9,22 persen dari jumlah keseluruhan tunanetra di Kabupaten Malang.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tunanetra di Kabupaten Malang ada 997 orang.

Padahal, dalam komunitas tersebut, para tunanetra bisa saling bertukar informasi terkait kegiatan pemberdayaan.

Sementara itu, Perwakilan Lembaga Peduli Malang Andi Husain menyebut, banyak pihak yang memanfaatkan pijat gratis tersebut.

Mulai pejabat swasta hingga pengun jung Taman Wisata Sengkaling.

“Hingga pukul 12.30, kurang lebih ada 20 orang yang memanfaatkan pijat gratis. Masing masing orang durasi pijatnya sekitar 15 menit. Mereka yang kebetulan lewat begitu, terus mampir ke sini,” kata dia.

Dengan begitu, diharapkan masyarakat tidak memandang sebelah mata penyandang disabilitas, terutama tuna netra.

Sebab meski dengan keterbatasan, mereka dapat mandiri dan memiliki kemampuan yang terus dikembangkan.

“Mereka kerjanya di panti pijat, jadi sudah keahliannya. Begitu pasien pijat menyampaikan keluhannya, mereka sudah mengerti apa yang harus dilakukan,” imbuhnya.

Selain itu, dia mengatakan, juga ada bantuan sembako dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Malang sekitar 60 paket sembako.

Paket tersebut diberikan kepada anggota yang hadir. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pijat #Kabupaten Malang #akupresur #gratis