Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jalan Nasional Kelok 9 Donomulyo Kabupaten Malang Sudah Bisa Dilintasi

Mahmudan • Selasa, 17 Desember 2024 | 01:13 WIB
PRIORITAS AKSES MODANGAN:  ruas jalan di JLS kelok 9 sudah rampung kemarin (15/12). Saat ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.
PRIORITAS AKSES MODANGAN: ruas jalan di JLS kelok 9 sudah rampung kemarin (15/12). Saat ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.

DONOMULYO – Setelah ambles diterjang longsor lima hari lalu, yakni Selasa (10/12), Jalur Lintas Selasan (JLS) kelok 9 Kabupaten Malang sudah bisa dilintasi.

Hal itu karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur gerak cepat memperbaiki titik kerusakan di Dusun Panggungwaru, Desa Sumberoto, Donomulyo, Kabupaten Malang.

Kemarin (15/12), pemadatan tanah sudah rampung di Kabupaten Malang.

Beberapa kendaraan sudah melintas.

Namun untuk sementara masih kendaraan roda dua.

Sedangkan kendaraan berat roda empat atau lebih belum bisa melewatinya.

Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Jatim Deny Purwa Indarsa memaparkan, prioritas perbaikan agar warga dari arah pantai modangan bisa melintasinya.

Menjelang natal dan tahun baru (nataru), diperkirakan kebutuhan akses menuju pantai modangan lebih tinggi, sehingga dilakukan perbaikan percepatan.

“Untuk pengaspalan jalan dan perbaikan permanen, kami masih menunggu hasil investigasi,” ujar Deny.

Saat ini kajian penyebab tanah berongga dan longsor masih didalami oleh petugas.

Namun sepanjang pengamatan Deny, puluhan titik longsor itu dipicu bermunculannya sumber air baru di tebing-tebing.

Menurut dia, kondisi tanah saat peran cangan jalan dengan saat ini jauh berbeda.

Banyaknya sumber air itu membuat fondasi jalan basah.

Padahal itu bisa menjadikan konstruksi jalan lemah dan terjadilah longsor.

Deny mengatakan, kemungkinan besar perbaikan JLS dengan satu titik jalan putus dan delapan titik longsor akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Namun karena tahun 2024 sudah tutup buku, kemungkinan besar akan dianggarkan pada 2025.

Apalagi JLS kelok 9 masih belum menjadi jalan utama.

Di tempat lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Gatot Subroto menuturkan, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Perum Perhutani.

Tujuannya membahas terkait banyaknya alih fungsi lahan di tebing tebing sekitar JLS.

Sedikit banyak, minimnya pohon berukuran besar pada tebing memicu bencana alam.

“Nanti kami tanyakan juga kenapa banyak ladang jagung dan sawi di tebing tebing JLS,” ujar Gatot.

Tak hanya itu, Gatot juga mengimbau masyarakat terutama di daerah rawan bencana untuk waspada dan peduli.

Sebab banyaknya musibah akhir akhir ini juga dampak dari perbuatan manusia. (aff/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#donomulyo #jalan nasional #Kabupaten Malang