DAU - Perwujudan desa ramah anak dan perempuan terus digencarkan melalui Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kabupaten Malang.
Secara nasional, ada enam desa yang ditunjuk sebagai RBI, termasuk di Kabupaten Malang.
Salah satunya Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, yang juga dikenal dengan Kampung Cempluk.
Kondisi desa yang nihil stunting serta nihil kekerasan terhadap anak dan perempuan membuatnya layak ditetapkan sebagai RBI.
Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto mengatakan, Desa Kalisongo yang terkenal dengan Kampung Cempluk menjadi desa inklusi sejak pandemi Covid-19.
Sejak saat itu, desa tersebut membangun kemandirian masyarakatnya.
“Hingga 2024 ini, Desa Kalisongo zero stunting. Namun tetap perlu ditingkatkan. Agar Desa Kalisongo menjadi pionir bagi desa-desa lain,” ucapnya setelah peluncuran RBI di Kantor Desa Kalisongo kemarin (22/11).
Selain itu, Desa Kalisongo juga masih mempertahankan berbagai permainan tradisional.
Seperti egrang dan gobak sodor.
Sehingga anak-anak tidak hanya bermain gadget.
Mereka tetap bisa bermain di luar rumah dengan kebudayaan yang masih dipertahankan.
“Jadi, di sini memang menjadi kampung ramah anak. Di kecamatan lain juga ada, seperti di Turen, Pujon, Singosari,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Sama halnya yang disampaikan Kepala Desa (Kades) Kalisongo Siswanto.
Menurutnya, desanya sudah zero stunting.
Itu berdasarkan hasil timbang di posyandu.
“Sebenarnya, sempat ditemukan anak yang stunting. Tetapi ada beberapa program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari desa. Sehingga bisa teratasi,” ucapnya.
Terkait kebudayaan, Kampung Cempluk tersebut sudah berjalan sejak 15 tahun silam.
Hingga pertengahan 2024 lalu masih berjalan.
Kebudayaan itu diwujudkan dalam event tahunan semacam karnaval.
Namun dengan menunjukkan kearifan lokal.
Sehingga menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Kegiatan itu pun dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana