SUMBERPUCUNG - Mulai besok (25/12), Bendungan Lahor yang menjadi penghubung Kabupaten Malang dan Blitar akan menerapkan pembayaran secara elektronik.
Pengendara yang melewati jembatan itu tidak perlu lagi membayar secara tunai.
Mereka harus menempelkan uang elektronik (emoney) di pintu masuk supaya palang atau barrier gate terbuka.
Koordinator Pariwisata Perum Jasa Tirta I Bambang Mulyono menyampaikan, tarif yang diberlakukan tetap sama Yakni Rp 1.000 untuk kendaraan roda dua (R2) dan Rp 3.000 untuk kendaraan roda empat (R4).
Sedangkan, bagi yang ingin berlangganan, ada tarif khusus.
“Untuk masyarakat umum, tarifnya Rp 30 ribu per bulan bagi kendaraan roda dua. Dan, Rp 75 ribu per bulan bagi kendaraan roda empat,” ujarnya saat ditemui kemarin
(23/12).
Sedangkan, untuk warga di sekitar Bendungan Lahor, dikenakan tarif Rp 15 ribu per bulan bagi kendaraan roda dua.
Untuk roda empat dikenakan Rp 50 ribu.
“Bagi warga setempat juga bisa mengakses secara gratis. Asalkan ditambah surat pengantar dari ketua RT,” imbuhnya.
Setelah menerima surat pengantar dan disertai KTP, petugas akan memasukkan data.
Kemudian, warga tersebut akan menerima kartu akses gratis yang berlaku selama satu tahun.
Masa berlaku kartu tersebut dimulai besok (25/12).
Sehingga, pada tanggal yang sama tahun depan, warga harus melakukan pembaruan data.
“Sampai saat ini, sudah ada sekitar 1.000 orang yang mengajukan kartu akses gratis ke kami,” kata Bambang.
Mereka merupakan warga di sekitar bendungan.
Pihaknya tidak bisa menentukan kuota warga yang berhak mendapat kartu akses gratis.
Asalkan ada surat pengantar dari ketua RT, warga tersebut akan menerima kartu tersebut.
Dia menjelaskan, penerapan barrier gate bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan mendapatkan akurasi pencatatan para pelintas Kawasan Wisata Bendungan Lahor.
Selain itu, jembatan Bendungan Lahor juga bukan merupakan jalan umum. (yun/by)
Editor : Aditya Novrian