KEPANJEN - Produksi beberapa budi daya perikanan hampir mencapai target tahunan. Salah satunya yakni produksi nila dan lele.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menyebut, pada Desember 2024, produksi nila sudah mencapai 4.100 ton.
Total target tahun ini mencapai 5.000 ton.
Artinya, capaiannya sudah 82 persen.
Sedangkan, produksi lele sudah mencapai 5.400 ton.
Dari target 6.000 ton, capaiannya berkisar 90 persen.
”Hingga akhir tahun, prediksi kami bisa terpenuhi (targetnya). Karena masyarakat mengejar untuk konsumsi pada tahun baru,” kata Victor.
Meski produksi lele lebih tinggi, Pemkab Malang akan lebih fokus dalam pengembangan nila.
Sebab, kualitas air yang jernih lebih sesuai jika dimanfaatkan untuk budi daya nila.
”Potensi air yang bagus itu sangat disayangkan kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. Sehingga, kami mulai mengembangkan kawasan perikanan budi daya,” imbuh pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Setidaknya, sudah ada enam desa yang ditunjuk sebagai kawasan budi daya nila.
Yakni di Desa Pandanajeng, Patokpicis, Bangelan, Sananrejo, Sumberngepoh, dan Desa Sukoanyar.
Pengembangan tersebut sudah dilakukan sejak empat tahun silam.
Ke depan, pihaknya masih belum merencanakan untuk mengembangkannya di kawasan baru.
Bagi desa yang memiliki sumber air besar, dia mengarahkan agar masyarakat membuat kolam.
Sedangkan, bagi desa yang sumber airnya kurang, akan ada perlakuan khusus.
Salah satunya memanfaatkan sistem bioflok.
Sistem bioflok yakni metode budi daya ikan menggunakan gumpalan organisme (bioflok) untuk membersihkan air dan menjadi pakan ikan.
Sistem itu cukup efektif karena tidak memerlukan penggantian air yang intens. (yun/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana