Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Semalam Catat Kejadian Pohon Tumbang dan Longsor

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 28 Desember 2024 | 01:31 WIB
LANGSUNG DIBERSIHKAN: Pohon waru di Jalan Raya Kras Bumiayu, Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen tumbang pada abu malam (25/12), sekitar pukul 19.15.
LANGSUNG DIBERSIHKAN: Pohon waru di Jalan Raya Kras Bumiayu, Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen tumbang pada abu malam (25/12), sekitar pukul 19.15.

KEPANJEN - Kejadian pohon tumbang dan tanah longsor tersiar pada Rabu malam (25/12).

Yang pertama yakni pohon tumbang di Jalan Raya Kras Bumiayu, Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen.

Sebuah pohon waru dengan diameter sekitar 45 sentimeter tumbang karena akarnya sudah lapuk.

Itu terjadi sekitar pukul 19.15.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan memastikan tidak ada korban jiwa maupun material.

Sebab posisi pohon tumbang ke tengah jalan.

Tidak menimpa rumah atau merusak bangunan warga.

Proses evakuasi berlangsung lancar, petugas langsung memotong pohon menjadi beberapa bagian.

Kemudian memindahkannya ke truk pengangkut pohon.

”Evakuasi berakhir sekitar pukul 21.00,” kata Sadono.

Dia mengimbau masyarakat untuk lebih berhatihati.

Sebab, curah hujan yang tinggi kerap menimbulkan genangan dan merendam akar-akar pohon yang sudah berusia lebih dari 10 tahun.

Karena itu, risiko pohon tumbang semakin tinggi.

Sejauh ini, selama periode Juli hingga Desember, sudah ada 15 pohon tumbang di Kabupaten Malang.

Rata-rata memiliki diameter sekitar 35 sampai 50 sentimeter.

”Untuk itu kami rutin memetakan pohonpohon yang rawan (tumbang) dan melakukan perawatan,” kata Kabid Pembangunan dan Peningkatan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Anita Aulia sari.

Beberapa jam setelah kasus pohon tumbang di sana, tersiar kabar longsor di Dusun Ganten, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang.

Tebing di kawasan RT 20/RW 08 longsor dan menimpa dua rumah warga.

Itu terjadi sekitar pukul 23.00.

BPBD mencatat, objek yang longsor adalah tebing setinggi 10 meter. Berada di belakang rumah Ta’ip, 56, dan Darsinah, 63.

Dua rumah tersebut dihuni sekitar 9 orang.

Tanah dan batu dari tebing tersebut mengenai rumah dua warga tersebut.

Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dari kejadian tersebut.

Kemarin pagi, personel BPBD bersama warga dan pamong lingkungan sekitar melakukan pembersihan material longsor.

Di rumah Ta’ip, yang tertimpa material adalah dinding rumah, dapur, dan kandang sapi. Sementara di rumah satunya hanya dapur yang kena material longsoran.

Estimasi kerugian materi yang dialami kedua warga senilai Rp 20 juta.

Bersamaan dengan upaya pembersihan, bantuan juga disalurkan BPBD.

Masing-masing rumah mendapat terpal, sembako, biskuit, peralatan dapur, dan alat kebersihan. (aff/biy/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#catat #kejadian #longsor #semalam #pohon tumbang