KEPANJEN – Kabar ditundanya pembangunan tol Malang Kepanjen menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
Dalam waktu dekat, pemkab akan berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat.
Tujuannya agar proyek tol yang terhambat investor tetap dilanjutkan.
”Kami akan meyakinkan kepada pemerintah pusat supaya Tol Malang Kepanjen ini bisa menjadi program yang terealisasi,” ujar Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto kemarin (1/1).
Untuk diketahui, kabar penundaan realisasi proyek tol Malang Kepanjen dilontarkan oleh Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Pemangku Kepentingan Sony Sulaksono Wibowo.
Alasannya, belum ada investor yang mengucurkan dana, sehingga kementerian pekerjaan umum (KemenPU) masih melakukan pendataan ulang.
Didik mengatakan, pihaknya akan tetap berupaya semaksimal mungkin merealisasikan proyek nasional tersebut.
Sebab, menurutnya, Kabupaten Malang memiliki banyak potensi.
Bidang pariwisata misalnya, ada banyak pantai di Malang selatan.
Kemudian bidang pendidikan, dia melanjutkan, ada SMA Taruna Nusantara yang berskala nasional.
Lokasinya di Kecamatan Pagak.
Sehingga dengan adanya Tol Malang Kepanjen dapat mempercepat aksesibilitas menuju Malang Selatan.
“Kami juga menyiapkan industri perikanan di Malang Selatan. Jadi, kalau tol terselesaikan, insyaallah juga akan mendukung iklim investasi di Kabupaten Malang,” ucap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Didik mengatakan, jika belum ada kepastian dimulai nya proyek tersebut, Pemkab Malang harus memiliki plan B.
Seperti mempersiapkan area jalan baru.
Yakni jalan arteri atau jalan utama yang mampu meningkatkan aksesi bilitas antara Malang bagian utara dan selatan.
Selain itu, dia mengatakan, untuk sementara dapat juga dilakukan melalui pelebaran jalan eksisting.
“Sebagai contoh, Jalan Pakisaji dilebarkan. Atau bisa juga dengan pelebaran jalan dari Kedungkandang menuju Bululawang,” kata Didik.
Seperti diberitakan, pembangunan Tol Malang Kepanjen diproyeksikan mampu mengurai kemacetan di beberapa titik, baik di Kabupaten Malang maupun Kota Malang.
Namun dengan ada nya perubahan pemrakarsa, trase pun terus berubah ubah.
Awalnya, jalan tol tersebut akan dilewatkan dari Cemoro kandang, Kota Malang, kemudian exitnya di Kepanjen.
Setelah itu berganti lagi menjadi melewati Gadang dan exitnya di Pakisaji.
Sehingga belum ada titik temu penentuan trase tersebut.
Akan tetapi, jalan tol tersebut kemungkinan besar menjadi lanjutan dari Jalan Tol Surabaya – Gempol – Pandaan – Malang.
Seiring dengan bergantinya tahun, anggaran jalan layang tersebut turut meningkat.
Dari yang awalnya diproyeksikan Rp 9 triliun, berubah lagi menjadi sekitar Rp 15 triliun. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana