Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tanah Rentan, Jalan Nasional Kelok 9 Jalur Lintas Selatan Malang Longsor Lagi

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 3 Januari 2025 | 17:13 WIB
TERULANG: Titik kerusakan lama di Kelok 9 Jalur Lintas Selatan (JLS) yang sudah sempat dipadatkan ambles lagi pada 1 Januari 2025. Foto kanan, titik kerusakan baru JLS berupa lebih dari separo badan.
TERULANG: Titik kerusakan lama di Kelok 9 Jalur Lintas Selatan (JLS) yang sudah sempat dipadatkan ambles lagi pada 1 Januari 2025. Foto kanan, titik kerusakan baru JLS berupa lebih dari separo badan.

KABUPATEN – Kondisi Kelok 9 Jalur Lintas Selatan (JLS) di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo semakin mengkhawatirkan. 

Bertepatan dengan tahun baru 1 Januari 2025, terjadi kerusakan jalan di dua titik akibat tanah yang berubah struktur dan longsor. 

Total sudah terdapat 11 titik kerusakan di kawasan tersebut sejak Desember 2024 lalu. 

Kerusakan pertama terjadi pada 11 Desember 2024, saat hujan turun sangat deras. 

Kala itu terdapat 9 titik kerusakan di kawasan Kelok 9 hingga jembatan yang menjadi perbatasan Malang-Blitar.

Delapan diantaranya berupa tebing longsor, dan satu yang terbesar akibat likuifaksi atau tanah gerak. 

Untuk kerusakan yang terjadi pada 1 Januari 2025, satu titik karena perubahan struktur tanah akibat terkena air dan satu titik lainnya karena longsor. 

Jalan yang sempat terputus dan sudah diperbaiki secara fungsional di Kelok 9 juga longsor lagi. 

Kondisi aspal bercampur tanah yang sempat dipadatkan dan dapat dilintasi kendaraan kembali hancur. 

Sumber air yang muncul di tebing atas dan mengalir ke arah Kelok 9 semakin melemahkan kekuatan tanah. 

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Malang kemarin (2/1), kondisi tanah di Kelok 9 JLS terasa semakin gembur. 

Di tengah timbunan aspal dan tanah yang hampir selesai dipadatkan sudah terpasang dua pipa drainase dengan panjang masing-masing 3 meter. 

Pipa itu melintang separo jalan untuk mengalirkan air dari beberapa sumber di tebing atas ke seberang jalan (tebing bawah). 

”Total jalur sepanjang dua kilometer ini perlu diwaspadai. Mulai dari longsoran jalan pertama yang berjarak 200 meter dari Kelok 9 hingga akses menuju perbatasan Malang-Blitar,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6 Provinsi Jawa Timur (Pansela 3) Leo Aditya Mahardika. 

Selain banyak titik jalan yang ambles karena longsor, di tebing atas jalan yang memiliki ketinggian 10-15 meter juga sudah mulai terlihat retakan. 

Beberapa titik yang mengalami keretakan parah sudah diberi tanda dengan garis kuning dan hitam. 

Artinya, longsor dari tebing atas juga bisa mengancam siapa pun yang menerobos jalur itu. 

Untuk meminimalisir risiko, Leo sebenarnya sudah menutup total akses jalan menuju Pantai Modangan tersebut. 

Namun, masih banyak warga yang memaksakan diri melintas. 

Utama nya para pengendara motor. 

Untuk perbaikan kedepan, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rumah (PUPR) mengutamakan fungsional akses jalan dulu. 

Karena titik longsor cukup banyak, perbaikan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. 

“Untuk perbaikan permanen masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut,” kata Leo. 

Dia menambahkan, investigasi lanjutan tentang berubahnya struktur tanah di JLS dimaksimalkan selama satu bulan. 

Setelah itu baru bisa dilakukan perbaikan permanen. 

Saat ini, antisipasi utama adalah pembuatan saluran untuk penanganan sumber sumber air yang mendadak bermunculan di tebing. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kelok 9 JLS sempat terputus setelah mengalami likuifaksi dan longsor pada 11 Desember 2024. 

Titik-titik yang terdampak tanah gerak sudah diperbaiki sementara dengan memasang terpal dan sandbag. 

Termasuk memadatkan tanah agar bisa dilewati. 

Namun, baru 15 hari berfungsi, Kelok 9 JLS rusak lagi pada 1 Januari 2025. (aff/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kelok 9 #kecamatan donomulyo #longsor #Kabupaten Malang #Jalur Lintas Selatan (JLS)