Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Produksi Melon ala Greenhouse di Donomulyo Malang Meningkat Dua Kali Lipat

Mahmudan • Sabtu, 4 Januari 2025 | 15:57 WIB
INOVATF: Agustinus Ferry Setiawan  menunjukkan melon hasil pertaniannya di Green House Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo  kemarin (2/1).
INOVATF: Agustinus Ferry Setiawan menunjukkan melon hasil pertaniannya di Green House Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo kemarin (2/1).

DONOMULYO - Lahan pertanian melon milik Agustinus Ferry Setiawan, 30, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo sedikit berbeda.

Bentuk kebun melon miliknya berupa greenhouse dengan lebar 30 meter dan tinggi 10 meter.

Di sana, Ferry menanam melon sweetday 165 yang berhasil dipanen empat kali dalam setahun.

Pada greenhouse 300 meter persegi itu, Ferry bisa menghasilkan 900 kilogram buah melon dalam sekali panen.

Dia bertani menggunakan metode greenhouse sejak awal 2024.

Hasilnya meningkat dua kali lipat dibandingkan pertanian melon secara konvensional.

Kemarin (2/1), Ferry menunjukkan tanaman melonnya yang berumur 50 hari.

Sekitar 15 hari lagi siap dipanen.

“Kalau pakai greenhouse kan air hujan tidak masuk, jadi terus berani menanam dan panen,” ujar Ferry saat ditemui di rumah sekaligus tempat greenhouse miliknya.

Sebab ketika bertani di ladang tanpa greenhouse, saat musim hujan melon sering kali rusak.

Untuk itu Ferry lebih memilih bertani menggunakan metode greenhouse.

Tiap satu kilogram melon yang dipanen dibanderol Rp 14 ribu.

Namun di pasaran, jenis melon yang ditanam Ferry biasanya seharga Rp 20 ribu per kilogram.

Setelah panen, Ferry tidak perlu memasarkan keluar.

Sebab ada tengkulak yang mendatanginya.

Itu karena melon jenis sweetday 165 memiliki tingkat kemanisan alami yang tinggi.

Yaitu berkisar pada angka 14 sampai 15.

Padahal melon biasa tingkat kemanisannya hanya sampai 12 saja.

Selain itu, Ferry juga memaparkan kelebihan bertani menggunakan sistem green house.

Yaitu buah yang dihasilkan minim pestisida dan fungisida.

”Kalau fungisida kami masih pakai, hanya saja ukurannya sedikit sekali,” pungkas Ferry. (aff/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#donomulyo #kebun melon #Kabupaten Malang #Greenhouse effect