KABUPATEN - Jumlah kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Malang sepanjang 2024 mencapai 784 kasus.
Sebenarnya menurun 13,5 persen jika dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 906 kecelakaan.
Namun, jumlah korban jiwa justru meningkat menjadi 210 orang dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 206 korban.
Hasil pemetaan yang dilakukan Polres Malang menunjukkan bahwa mayoritas penyebab kecelakaan adalah human error.
Jumlahnya 770 kecelakaan atau mencapai 99 persen.
Seperti microsleep, kelelahan, hingga kurangnya konsentrasi berkendara.
Sementara satu persennya adalah faktor kendaraan yang kurang optimal, yakni 14 kecelakaan.
”Faktor human error ini yang harus kita cari formulanya untuk menekan angka kecelakaan,” ujar Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana.
Dia menjelaskan, sebenarnya sudah banyak usaha meredam risiko human error pada kecelakaan lalu lintas.
Mulai dari pemasangan bermacam macam rambu, pembangunan pos pantau, hingga penertiban lalu lintas berupa tilang melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis maupun mobile.
Secara khusus, Putu meminta Satlantas Polres Malang untuk segera mencari formula baru menekan angka kecelakaan itu.
Sebab, ratusan korban jiwa dalam satu tahun itu dinilai mengkhawatirkan.
Apalagi ang kanya meningkat dibanding tahun lalu.
Tak hanya korban jiwa, korban luka berat pun juga mengalami peningkatan.
Pada 2023 tercatat 906 kecelakaan dan empat korban mengalami luka berat.
Sementara tahun ini, dengan 784 kecelakaan, terdapat 16 korban luka berat.
Meningkat 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk jumlah korban luka ringan mencapai 1.213 kasus.
Turun 6,2 persen dibandingkan 2023 yang mencapai 1.279 kasus.
Kendati demikian, angka itu juga dinilai terlalu tinggi.
”Faktor human error memang cukup sulit ditangani karena praktiknya kepada setiap orang berbeda, tapi pasti ada formula tersendiri yang bisa menekan fatalitas kecelakaan,” lanjut Putu.
Yang sudah pasti harus dilakukan adalah mengenakan helm bagi pengendara sepeda motor hingga sabuk pengaman bagi pengendara mobil.
Juga sosialisasi yang lebih massif pada masyarakat untuk berhati-hati saat berkendara agar tidak terlibat kecelakaan. (aff/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana