Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rp 12,4 Miliar Melayang dalam 133 Kali Kebakaran di Kabupaten Malang

Mahmudan • Senin, 6 Januari 2025 | 00:40 WIB
HANGUS: Petugas dari Damkar Kabupaten Malang berjibaku memadamkan kobaran api di gudang pabrik pengolahan gamping, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada 13 Desember 2024 lalu.
HANGUS: Petugas dari Damkar Kabupaten Malang berjibaku memadamkan kobaran api di gudang pabrik pengolahan gamping, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada 13 Desember 2024 lalu.

KEPANJEN - Sepanjang 2024 lalu, Kabupaten Malang mengalami 133 kali kebakaran. 

Sembilan di antaranya melanda industri. 

Kebanyakan terjadi di usaha yang terbilang kecil. 

Kebakaran terbanyak terjadi pada Januari dan Juli lalu. 

”Kerugian materi dari ratusan kejadian itu mencapai Rp 12,4 miliar,” ujar Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto kemarin. 

Sedangkan untuk industri, jumlahnya tidak terlalu banyak. 

Hanya sembilan kejadian. 

”Untuk industri, kebanyakan terbanyak pada bulan Maret dan Desember. Masing-masing tiga kejadian,” kata dia. 

Dari data tersebut, kebanyakan kebakaran terjadi di usaha-usaha kecil atau tingkat rumahan. 

”Hanya satu pabrik yang besar di bulan Desember. Yaitu kebakaran Pabrik Gula (PG) Krebet, Bululawang, waktu itu bagian tetes tebu yang terbakar,” sebut Sigit. 

Salah satu usaha kecil yang terbakar dan ditangani damkar adalah kebakaran gudang di sebuah pabrik pengolahan batu gamping di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). 

Dalam kejadian pada 14 Desember tersebut, diketahui gudang yang dilalap si jago merah adalah tempat penyimpanan serbuk kayu. 

Rencananya digunakan untuk bahan bakar oven pengolahan batu gamping. 

Khusus untuk yang di Sumawe dan Krebet, penyebab kebakaran masih belum diketahui. 

Namun di kejadian-kejadian lain, kebakaran disebabkan kelalaian pekerja. 

Seperti kebakaran di Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit pada 20 Oktober lalu. 

Pabrik pembuatan makanan ringan terbakar karena tungku penggorengan berbahan bakar kayu itu terlalu panas. 

Hal itu menyebabkan minyak terlalu panas dan api pun muncul. (biy/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#industri #kebakaran #usaha #melanda #kecil #Kabupaten Malang