KABUPATEN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai kemarin (6/1).
Namun, tidak semua daerah bisa langsung menjalankannya.
Di Kabupaten Malang, sebanyak 37 sekolah mulai mendapatkan program tersebut.
Makanan untuk 27 sekolah disuplai TNI Angkatan Udara (AU) melalui Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman.
Sedangkan untuk 10 sekolah disuplai dari dapur umum yang dibuat TNI AD di Kepanjen.
Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Firman Wirayuda menyebut, untuk launching MBG pada hari pertama, pihaknya mendistribusikan sekitar 3.459 porsi makanan ke 27 sekolah.
Dengan rincian 13 TK-PAUD, 10 SD, 2 SMP, dan 2 SMK.
”Kami launching pada jam yang berbeda-beda. Begitu pula jenis menunya,” ujarnya kemarin.
Perbedaan menu terlihat pada asupan buah.
Misalnya untuk anak-anak TK, buah yang diberikan berupa rambutan yang sudah dikupas.
Sedangkan untuk SD, SMP, dan SMK diberikan porsi tambahan buah, seperti salak.
Menu-menu semacam itu sudah diatur oleh ahli gizi.
Untuk penyediaan makanan, pihaknya sudah membangun dapur umum yang sesuai standar.
Letaknya di Jalan Rogonoto, Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari.
Di dapur umum terdapat 47 karyawan dengan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Proses pembuatan makanan menggunakan alat yang steril.
”Dapur dan peralatan sudah terstandarisasi BGN dan sudah dilakukan quality control,” kata dia.
Firman menambahkan, pemberian MBG dilaksanakan selama lima hari kerja.
Yakni dari Senin sampai Jumat dengan menu yang sudah ditentukan oleh BGN.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan SPPG lain untuk menghindari kesamaan menu.
Sebab, hal tersebut akan mengganggu harga pasar.
“Sejauh ini, program MBG berjalan aman dan lancar. Untuk budget-nya yaitu Rp 10 ribu per porsinya,” kata dia.
Salah satu sekolah yang mendapatkan program MBG adalah di SDN 1 Tamanharjo, Kecamatan Singosari.
Menurut Kepala Sekolah Sulistiyawati, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dalam rapat guru sebelum terlaksananya program itu.
Kemudian, informasi tersebut disebarluaskan ke siswa dan wali murid.
”Setiap anak kami wajibkan membawa sendok stainless yang diberi nama dan dikumpulkan di guru kelasnya. Supaya tidak ada yang ketinggalan,” kata dia.
Selain itu, siswa-siswi disarankan untuk membawa air mineral sendiri sebagai antisipasi jika minuman yang disediakan masih kurang. (yun/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana