Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pramusaji Kopi Cetol di Gondanglegi Malang Berganti Usai Digerebek

Mahmudan • Selasa, 7 Januari 2025 | 19:05 WIB
SETELAH PENGGEREBEKAN: Kios-kios warung kopi cetol di area Pasar Gondanglegi yang sebelumnya menyediakan pramusaji seksi, kemarin (6/1) tutup. BIYAN MUDZAKY HANINDITO/RADAR KANJURUHAN
SETELAH PENGGEREBEKAN: Kios-kios warung kopi cetol di area Pasar Gondanglegi yang sebelumnya menyediakan pramusaji seksi, kemarin (6/1) tutup. BIYAN MUDZAKY HANINDITO/RADAR KANJURUHAN

Ganti Pegawai Tiap Habis Digerebek 

GONDANGLEGI – Penggerebekan warung kopi cetol di area Pasar Gondanglegi pada Sabtu lalu (4/1) bukan kali pertama. 

Warung kopi yang mempekerjakan pramusaji seksi itu ditengarai sudah beroperasi 10 tahun dan beberapa kali digerebek. 

Setelah digerebek, pramusajinya berganti. 

Photo
Photo

Aktivitas tambal sulam pramusaji seksi tersebut ditengarai sudah berlangsung bertahun tahun. 

Setidaknya, itulah hasil pengamatan dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) 

Kabupaten Malang yang menaungi pasar-pasar tradisional di Bumi Kanjuruhan, termasuk Pasar Gondanglegi. 

”Kami terus lakukan pembinaan pada mereka. Tetapi setiap kali digerebek selang satu pekan pasti para pramusajinya berganti baru,” ungkap kepala disperindag Kabupaten Malang M. Nur Fuad Fauzi kemarin. 

Seperti diberitakan, jajaran personel dari polisi, TNI, Satpol PP, dan Disperindag Kabupaten Malang melakukan operasi gabungan pada Sabtu lalu (4/1). 

Mereka menyisir 24 warkop di area Pasar Gondanglegi. 

Kurang lebih, 41 perempuan yang diamankan dalam operasi tersebut. 

Terdiri atas 32 pramusaji usia dewasa dan 7 orang anak di bawah umur. 

Fuad mengatakan, pihaknya menangani perizinan semua pedagang di area pasar, termasuk warung kopi cetol. 

Dari sisi perizinan pasar, Fuad menilai tidak ada yang dilanggar. 

Sekitar 24 warung kopi cetol yang digerebek tersebut sudah mengajukan izin ke UPT Pasar Gondanglegi. 

”Penempatannya juga sesuai, di sana kawasan warung kopi. Selama ini juga tidak ada laporan masalah tersebut dari UPT Pasar,” imbuhnya. 

Namun terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), pihaknya menyerah kan kepada aparat kepolisian. 

Hingga kemarin, polisi sudah memeriksa enam pemilik warung kopi dan tujuh saksi dari kalangan pramusaji. 

Khusus saksi anak-anak, orangtua mereka dan dinas terkait juga dihadirkan saat proses pemeriksaan. 

“Kalau untuk pelanggannya, kami lihat juga rata-rata orang dewasa,” ujar Kasatreskirm Polres Malang AKP Muhammad Nur. 

Terkait alasan pengelola yang mempekerjakan anak di bawah umur dan sistem penggajiannya masih diselidiki. 

”Penggerebekan kemarin (Sabtu, 4/1) merupakan kesempatan terakhir sebelum dilakukan penindakan lebih tegas oleh aparat kepolisian,” kata dia. 

Saat ini kondisi warung kopi cetol pasca penggerebekan terlihat tutup. 

Wartawan koran ini memantau kondisi di lokasi dan semua kios kopi cetol tutup. 

”Banyak yang tutup setelah digerebek Sabtu itu. Kalau mau ngopi coba yang di terminal, warkopnya biasa (tidak menyediakan pramusaji perempuan,” kata salah satu pedagang di sana. 

Kendati demikian, unit intelkan disiagakan untuk mengamati pergerakan pada warung yang berada di tengah pasar itu. 

Sebab, menurut kepolisian, area tersebut sudah ditertibkan beberapa kali namun baik penjual maupun pembeli masih kembali lagi. 

“Kami awasi kurang lebih ada 24 warung dan 12 pemilik,” ujar Kabag Ops Polres Malang Kompol M. Bagus. (aff/biy/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Berganti #kopi cetol #malang #pasar gondanglegi