KEPANJEN – Estafet kepemimpinan di Polres Malang berganti. AKBP Putu Kholis Aryana yang memimpin Polres Malang selama dua tahun lebih, kini digantikan oleh AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno. Sebelumnya, Danang menjabat sebagai Kapolres Blitar Kota. Sedangkan Putu mengemban amanah baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Kemarin (15/1), keduanya menjalani pisah sambut di pendapa Kabupaten Malang. Sehari sebelumnya, AKBP Putu dan AKBP Danang mengikuti serah terima jabatan (sertijab) di gedung Mahameru Mapolda Jawa Timur. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Imam Sugianto. “Kebetulan sekali, Kapolres Malang yang baru ini sahabat saya,” ujar AKBP Putu Kholis Aryana dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, Putu memuji Danang. Bagi Putu, Danang merupakan perwira yang pintar, sehingga dia mengaku tidak terlalu khawatir menyerahkan jabatan Kapolres Malang kepada Danang.
Untuk diketahui, Danang merupakan lulusan terbaik peringkat dua Akademi Kepolisian (Akpol) alumnus 2004. Perjalanan karier pria berusia 42 tahun itu dimulai pada posisi Direktorat Samapta Polda Metro Jaya pada 2005 silam. Berlanjut menjadi kanitreskrim dan Kanitresnarkoba di Polres Metro Tangerang pada 2006. Lalu Kasatreskrim Polres Kutai Timur pada 2013 dan Spripim Wakapolri pada 2016.
Pada 2019 lalu, Danang menyelesaikan pendidikan Sespimmen Polri. Lalu kembali mengemban tugas di direktorat resnarkoba Polda Metro Jaya. Terakhir, jabatan yang dia pegang sebelum menjadi Kapolres Malang adalah Kapolres Blitar Kota sejak 2023.
Beberapa poin penting yang menjadi catatan Putu akan disampaikan kepada Danang, terutama penanganan tragedi Kanjuruhan. Putu berharap Danang bisa melanjutkan upaya-upaya Polres Malang dalam menindaklanjuti keluarga korban tragedi Kanjuruhan. “Terutama pada pendampingan-pendampingan dan upaya fasilitasi lain yang diperlukan keluarga korban,” lanjut Putu.
Setelah pindah tugas di Polda Metro Jaya nanti, pihaknya akan tetap mengawal tragedi Kanjuruhan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab karena Putu merasa berutang moral. Dia juga siap menjadi penghubung antara keluarga korban dengan PSSI dan Liga Indonesia Baru (LIB). “Sebab saya rasa selama ini komunikasi mereka belum maksimal,” pungkas Putu. (aff/dan)
Editor : Mahmudan