Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Di Malang, 19 Kambing Mati karena Keracunan di Kandang

Mahmudan • Jumat, 17 Januari 2025 | 13:10 WIB

 

BUKAN VIRUS: Belasan kambing milik Muhammad Nasrun, warga Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan tergeletak di kandang setelah keracunan.
BUKAN VIRUS: Belasan kambing milik Muhammad Nasrun, warga Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan tergeletak di kandang setelah keracunan.
 

 

SUMAWE – Sebanyak 19 ekor kambing di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan mati keracunan. Kemarin (16/1), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya, belasan kambing tersebut keracunan setelah makan rumput di kandang. Diduga, racun tersebut bercampur rumput.

Kambing tersebut milik Muhammad Nasrun, warga Argotirto. Selama bertahun-tahun merawat kambing tersebut, Nasrun berangkat mencari rumput setiap pagi. Siangnya, rumput yang sudah dikumpulkannya dari pagi itu diberikan kepada kambing-kambing yang dirawatnya. Namun nahas, pada 14 Januari lalu, tiba-tiba saat siang hari puluhan kambingnya lemas.

Selang beberapa menit kemudian, kambing-kambing itu mati satu per satu. Hingga kemarin (16/1), tercatat 19 ekor kambing yang mati. Termasuk kambing-kambing yang sudah tua, kambing yang hamil, dan kambing yang masih anak-anak.

“Sudah kami cek. Penyebabnya bukan karena virus, melainkan memang ada racun di makanan kambingnya,” ujar Kepala DPKH Kabupaten Malang Eko Wahyu Widodo.

Awalnya Nasrun sempat mengira kambingnya mati karena virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sedang mewabah di Kabupaten Malang. Namun setelah dicek ternyata karena kesalahan memberi pakan.

Eko menyarankan, sebaiknya pakan yang akan diberikan kepada hewan ternak melalui proses layu. Dengan cara dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa jam. Hal tersebut agar racun seperti pestisida atau getah yang sangat mungkin ada pada rumput bisa hilang dengan dipanaskan. Sebab kedua hal itu berbahaya untuk ternak.

Proses pelayuan rumput atau daun juga bisa memperkaya serat saat dikonsumsi hewan ternak. Namun pelayuan terlalu lama juga mengakibatkan nutrisi pada pakan hilang. Jadi sekiranya pakan sudah cukup layu bisa langsung diberikan kepada ternak.“Jadi sudah pasti bukan karena virus, sebab ternak-ternak lain terlihat sehat,” lanjut Eko.

Untuk itu dia mengimbau setiap peternak agar lebih berhati-hati dalam memberikan pakan hewan ternak. Juga lebih memperhatikan proses-proses penyimpanan atau pengolahan pakan agar lebih bernutrisi dan tidak membahayakan ternak. (aff/dan)

Editor : Mahmudan
#Kabupaten Malang #keracunan massal #kambing mati