Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jembatan Rusak di Kalipare Malang Telan Rp 147 Miliar

Mahmudan • Jumat, 24 Januari 2025 | 00:15 WIB
INFRASTRUKTUR: Jembatan di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare rusak akibat bencana akhir 2024 lalu. Tahun ini jembatan tersebut diperbaiki. INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN
INFRASTRUKTUR: Jembatan di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare rusak akibat bencana akhir 2024 lalu. Tahun ini jembatan tersebut diperbaiki. INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN

Ada Bantuan Rp 120 Miliar dari Pemprov 

KEPANJEN – Beban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk memperbaiki infrastruktur relatif berat, apalagi setelah diterjang bencana pada akhir 2024. 

Selain banyak jalan rusak, jembatan juga perlu menjadi perhatian. 

Data Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mencatat ada 32 titik kerusakan terkait jembatan. 

Rinciannya, 15 jembatan dan 17 dinding penahan.

Tahun ini dialokasikan biaya perbaikan hingga Rp 27 miliar. 

“Rinciannya, anggaran untuk penggantian jembatan dijatah Rp 22 miliar, sedangkan untuk rehabilitasi jembatan Rp 5 miliar,” ujar Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma. 

Seperti diberitakan, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengungkap, jembatan rusak tersebar di empat kecamatan. 

Yakni Kalipare, Donomulyo, Bantur, dan Gedangan.

Di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare misal nya, terdapat satu jembatan rusak, yaitu Jembatan Kedungwaru. 

Jembatan tersebut menghubungkan antara Dusun Kedungwaru dan Sidodadi, Desa Arjosari. 

Pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, terdapat beberapa bagian jembatan yang retak. 

Fondasi kanan dan kiri jembatan juga sudah tergerus. 

Pembatas jembatan pun sudah rusak. 

Bahkan saat dilalui kendaraan, kekuatan jembatan cukup mengkhawatirkan. 

Jembatan tersebut memiliki lebar sekitar 3 meter dan panjang sekitar 150 meter.

 Baca Juga: Penguatan Fondasi Jembatan Majapahit Dilanjutkan 2026

“Kami juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Utamanya untuk yang konstruksinya rusak parah, sehingga harus diganti jembatan reli,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu. 

Di menyebut, ada lima titik jembatan yang akan dibantu Pemprov Jatim. 

Seperti di Jembatan Rejoyoso. 

“Satu jembatan itu hampir (menelan biaya) Rp 24 miliar. Tapi bisa menyesuaikan, tergantung bentang dan lebarnya jembatan,” kata pria yang akrab disapa Oong itu. 

Sehingga untuk lima jembatan, dia mengatakan, pemkab akan mendapat bantuan Rp 120 miliar. 

Dengan biaya dari pemkab malang, total dana perbaikan dan penggantian jembatan di Kabupaten Malang pada tahun ini berkisar Rp 147 miliar. 

Untuk diketahui, jembatan reli yakni atau sering disebut jembatan bailey yakni jenis jembatan sementara. 

Biasanya digunakan dalam kondisi darurat untuk mendukung kebutuhan akses cepat. 

Jembatan tersebut dirancang untuk dipasang dan dibongkar dengan mudah, sehingga praktis digunakan di wilayah yang terkena bencana atau dalam proyek infrastruktur yang memerlukan akses sementara. 

“Sedangkan yang lain-lain itu secara teknis masih berfungsi. Jadi nanti kami lihat, kalau dari pemprov bantuan jembatan sudah turun, maka akan kami geser ke lainnya,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#rusak #Infrastruktur #memperbaiki #Pemkab Malang #Kabupaten Malang #DPUBM #jembatan