Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Longsor Susulan Hambat Perbaikan JLS Malang

Fathoni Prakarsa Nanda • Selasa, 28 Januari 2025 | 18:15 WIB
TUNGGU PERBAIKAN PERMANEN: Alat berat terus membersihkan material longsoran yang terjadi di Jalur Lintas Selatan yang masuk wilayah Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, kemarin (27/1).
TUNGGU PERBAIKAN PERMANEN: Alat berat terus membersihkan material longsoran yang terjadi di Jalur Lintas Selatan yang masuk wilayah Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, kemarin (27/1).

KABUPATEN - Permasalahan longsor di Jalur Lintas Selatan (JLS), khususnya yang masuk wilayah Kecamatan Donomulyo, semakin serius. 

Setelah mengalami 11 titik longsor sejak Desember 2024, kini kawasan tersebut juga kerap dilanda longsor susulan. 

Salah satunya di titik terparah Kelok 9. 

Baca Juga: Akses JLS Kelok 9 Kabupaten Malang Belum Kembali Normal

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang menyebutkan, longsor susulan diawali pada Minggu (26/1), sekitar pukul 08.00. 

Saat itu, tebing setinggi lima meter dan lebar 200 meter ambruk

Material tanah dan tanaman menimpa aspal yang sebelumnya sudah hancur. 

Baca Juga: Satu Titik JLS Malang-Blitar Putus, Tiga Lokasi Lain Longsor

Kemarin (27/1), kondisi longsoran semakin parah karena terus diguyur hujan sejak Minggu sore hingga Senin pagi. 

”Ada satu mata air baru yang muncul menyertai longsor kali ini,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan. 

Air dari sumber itu mengalir deras dari dinding tebing dengan ketinggian lima meter. 

Diduga, semburan air berasal dari rekahan tanah pada tebing yang muncul akibat peristiwa longsor. 

Saat ini kondisi jalan sudah ditutup total untuk perbaikan. 

Kendaraan roda empat tidak lagi bisa melewati Kelok 9. 

Untuk kendaraan roda dua masih diizinkan. 

Tapi hanya petani dan warga sekitar yang berani lewat. 

Sebenarnya, pembersihan material longsor dan perbaikan jalan secara fungsional terus dilakukan sejak longsor pertama pada Desember 2024 lalu. 

Baca Juga: Perbaikan Sementara Kelok 9 JLS Ditarget Rampung 3 Hari

Tapi, proses perbaikan kerap terkendala cuaca. 

Hujan deras berpotensi menimbulkan longsor susulan. 

Apalagi banyak muncul mata air di tebing-tebing JLS yang berpengaruh pada kepadatan tanah. 

Meski demikian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6 Jawa Timur Pansela 3 Leo Aditya Mahardhika tetap optimistis jalur tersebut bisa kembali diperbaiki. 

Munculnya sekitar lima mata air di tebing JLS memang mengakibatkan tanah semakin gembur. 

Namun hal tersebut bisa diatasi dengan mengalirkan air saja. 

”Perbaikan permanen tetap me mungkinkan untuk di lakukan. Saat ini kami masih menunggu hasil kajian dari tim ahli untuk menyusun konstruksi perbaikan,” tandasnya. (aff/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kelok 9 #kecamatan donomulyo #longsor #longsor susulan #jalur lingkar selatan (JLS)