MALANG – Koperasi Susu SAE Pujon melakukan rapat pra-RAT (Rapat Anggota Tahunan) 2024 yang digelar secara marathon selama 11 hari mulai 23 Januari hingga 6 Februari 2025.
Rapat anggota ini dilakukan secara bergiliran karena keterbatasan tempat.
Para anggota koperasi aktif yang mencapai 5.203 ribu itu dibagi agar rapat bisa berjalan maksimal.
Ketua Umum Koperasi SAE Pujon H.M Ni’am Shofi menyampaikan, rapat pra-RAT setiap tahun dilakukan secara bergelombang dengan mengundang seluruh anggota.
Selanjutnya untuk RAT akan diikuti oleh utusan anggota yang sudah ditunjuk pada saat kegiatan rapat pra-RAT masing-masing pos penampungan susu.
”Karena kalau semua datang 5 ribu orang itu tidak cukup tempatnya dan tidak maksimal,” jelasnya.
Menurut dia, saat ini jumlah anggota koperasi Susu SAE Pujon yang aktif mencapai 5.203 orang yang tersebar di seluruh desa yang ada di Kecamatan Pujon.
Dari jumlah tersebut yang aktif menyetorkan susu sapinya sebanyak 4.969 orang dan sisanya 236 tidak aktif.
“Meski demikian yang tidak aktif nanti tetap kami undang pada 6 Februari untuk pra RAT ini, karena mereka tetap anggota,” kata dia.
Menurut Ni’am, dalam agenda tahunan ini Koperasi Susu SAE Pujon tidak hanya membagikan sisa hasil usaha (SHU) kepada seluruh anggota.
Dalam pra-RAT ini, sebagai ganti makan nasi, koperasi memberikan 5 kg beras, 2 kg gula dan 2 liter minyak goreng dan uang transport masing masing Rp 200 ribu dengan total anggaran Rp 1,2 miliar.
“Kalau kami kasih makan di sini yang di rumah tidak kebagian, kalau diberikan sembako dan uang transport bisa dibelikan daging dan dimasak bisa dimakan bersama keluarga untuk beberapa hari,” kata Ni’am.
Selain itu, menjelang Idul Fitri nanti seluruh anggota juga akan menerima 25 kg beras, 5 kg gula dan 2 liter minyak goreng.
Yang mana total untuk pengadaan sembako tersebut menelan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar.
Diungkapkan Ni’am, kinerja Koperasi Susu SAE Pujon selama tahun 2024 tergolong sangat baik.
Hal itu bisa dilihat dari aset koperasi yang meningkat.
Yang mana pada tahun 2023 sebesar Rp 115 miliar tahun 2024 naik menjadi Rp 149 miliar.
Begitu juga dengan laba, pada tahun 2023 sebesar Rp 3,4 miliar tahun 2024 meningkat menjadi Rp 4,07 miliar.
Selain itu untuk simpanan sukarela yang akan dibagi juga naik drastis, yang sebelumnya Rp 8 miliar pada tahun 2023 naik menjadi Rp 14 miliar pada tahun 2024.
Tak ketinggalan, target produksi susu yang dipatok 34 ribu ton bisa mencapai 38,5 ribu ton per tahun.
Untuk harga susu yang awalnya direncanakan pada kisaran Rp 6.850 per liter dari peternak, pada tahun 2024, ternyata dalam realisasinya mampu mencapai Rp7.400 per liter.
Begitu juga dengan target penjualan susu yang dipatok Rp 281 miliar bisa mencapai Rp 341 miliar.
Termasuk pembayaran susu anggota yang direncanakan mencapai Rp 231 miliar mampu melampaui menjadi Rp 299 miliar.
”Selain itu kualitas susunya juga sangat baik. Bahkan kualitas susu di Koperasi SAE Pujon ini adalah yang terbaik di Jawa Timur,” ungkap Ni’am.
Sementara itu dalam sambutannya Ni’am juga menyampaikan jika perjalanan Koperasi Susu SAE Pujon tidaklah selalu mulus banyak rintangan yang harus dilalui.
Yang terbaru adalah adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa tahun lalu.
Yang mana waktu itu banyak sapi milik anggota yang mati dan produksi susunya drop.
Meski demikian koperasi tetap membeli susu dari peternak meski tidak semua bisa dijual lagi.
“Ini salah satu upaya kami agar anggota tetap tidak kehilangan penghasilan, saat ini juga ada PMK lagi, sehingga kami juga melakukan kegiatan vaksin PMK secara Mandiri/ swadaya pada sapi-sapi anggota Kop SAE dan pelaksanaan vaksin sudah berjalan 80% insya Allah pertengahan Februari vaksin yang ke 6 selesai dan untuk 6 bulan kedepan kami juga akan sediakan vaksin nya,” jelas dia. (lid)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana