SINGOSARI – Eks orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih mampu berkarya.
Seperti yang dilakukan oleh sekitar 16 pasien posyandu jiwa di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari.
Kemarin (4/2), beberapa penyintas ODGJ membatik di halaman Posyandu Jiwa Desa Wonorejo.
Mereka mewarnai kain yang sudah dilukis menggunakan malam.
Kain tersebut diberi warna biru.
Setelah selesai memberi warna, mereka menunggu kering untuk melanjutkan proses pelorotan malam.
Sekretaris Kader Posyandu Jiwa Desa Wonorejo Siti Aminah memaparkan, k giatan itu rutin dilaksanakan.
Selain membatik, mereka juga membuat produk-produk alat rumah tangga seperti kemoceng, bros, dan keset.
“Dengan begitu, para eks ODGJ ini bisa mendapat penghasilan,” kata Aminah kemarin.
Para kader posyandu jiwa akan membantu proses pemasaran.
Misalnya menyediakan galeri di samping gedung posyandu jiwa.
Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai bukti bahwa penyintas ODGJ juga bisa bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Aminah mengatakan, total pasien di posyandu jiwa itu ada 16 orang.
Mereka berusia mulai dari 20an tahun hingga lansia.
Mereka juga sudah bisa berkomunikasi dengan baik.
Ada juga yang sudah menjalani kehidupan seperti manusia normal pada umumnya.
Namun demikian, mereka harus tetap menerima terapi pengobatan.
”Mereka yang ikut kegiatan ini juga tetap menerima pengobatan,” imbuhnya.
Biasanya ketika waktu pemeriksaan, para kader akan menjemput pasien ke rumah masing-masing.
Kemudian mengajak pasien ke posyandu jiwa.
Di posyandu, mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan.
Seperti pengukuran berat badan dan tekanan darah.
Selanjutnya diberikan obat rutin untuk menjaga stabilitas mentalnya.
Baru mereka akan melaksanakan kegiatan.
Seperti membatik, membuat kemoceng,dan sebagainya. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana