KABUPATEN - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.
Peribahasa itu cukup menggambarkan nasib malang yang dialami Muhammad Firly Akbar, 26, warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Dia menjadi korban hantaman batu oleh salah satu Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang biasa berkeliaran di Dusun Randugembolo, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari.
Sempat koma pada akhir Januari, Firly mengembuskan napas terakhirnya pada 4 Februari lalu.
Berdasar keterangan tetangga ODGJ yang bernama Iis Purwanti, korban dihantam oleh laki-laki yang biasa dipanggil Agus.
Saat itu, korban baru saja menyuntik salah satu ODGJ perempuan di sana.
Saat hendak kembali ke Puskesmas tempat dia bekerja, korban dipukul oleh ODGJ lainnya.
”Hingga saat ini ODGJ itu masih berkeliaran di daerah sini,” ujar Iis saat dihubungi wartawan koran ini.
Dia bercerita bahwa sebenarnya yang hendak dipukul adalah rekan korban.
Saat kejadian pada akhir Januari itu, keduanya berboncengan dan berencana balik ke Puskesmas.
Korban yang duduk di belakang kena hantaman batu bata yang dilemparkan pelaku.
Dia sempat koma di rumah sakit hingga lebih dari satu minggu.
Iis juga menyebut bahwa beberapa warga sering melihat ODGJ itu membawa senjata tajam.
Lalu diayun-ayunkan secara sembarangan.
Dan, kerap meresahkan warga di sekitar Dusun Randugembolo.
Kapolsek Singosari AKP Try Widyanto memastikan bahwa pihaknya sudah menyelidiki kejadian tersebut.
Mereka sedang mengumpulkan data dan bukti.
”Masih proses kami pantau, apabila ada warga yang berkenan melaporkan posisi ODGJ itu kami persilakan,” kata Try.
Sebelumnya, kasus yang melibatkan ODGJ juga terjadi di Dusun Krajan, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, 30 Januari lalu.
Membawa sabit kecil, ODGJ yang belum diketahui identitasnya sempat melukai delapan warga.
Beruntung, saat itu tidak ada korban jiwa. (aff/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana