BULULAWANG – Kemarin (5/2), pasien RS Mitra Delima di Jalan Raya Bulupayung, Desa Krebet, Kecamatan Bululawang semburat berlarian.
Mereka panik lantaran melihat api berkobar di lorong lantai satu.
Petugas RS sempat berusaha memadamkan kobaran api, namun api justru makin membesar.
Api diketahui sekitar pukul 01.10 dan berasal dari percikan panel listrik.
Lantaran tidak memadamkan kobaran api, mereka lantas menghubungi tim pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang sekitar pukul 00.50.
“Kami datang api sudah mulai jinak, lalu melakukan penyisiran hingga pukul 01.45,” ujar Komandan Peleton (Danton) Damkar Kabupaten Malang Syaiful Anwar kemarin.
Sesaat setelah kebakaran, ranjang rumah sakit beserta pasiennya berjajar di halaman luar.
Beberapa di antaranya ditemani petugas medis dan keluarga pasien.
Setelah api dipastikan padam dan aman, sekitar pukul 02.00 dini hari pasien sudah kembali dimasukkan ke dalam bangsal-bangsal.
Kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Meski hanya lorong lantai satu yang terdampak, RS Mitra Delima menutup sementara Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan seluruh poli.
Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin, beberapa pasien berdatangan untuk berobat.
Mereka tidak mengetahui bahwa layanan di RS tutup sementara, padahal sudah diumumkan pihak RS.
Sedangkan untuk pasien rawat inap tetap mendapatkan perawatan.
Hanya saja pihak RS tidak menerima pasien baru.
Petugas di bagian resepsionis melayani setiap tamu yang datang, sekaligus mengarahkan pasien baru ke RS lain.
Hingga berita ditulis tadi malam, pihak RS Mitra Delima tidak menanggapi permintaan konfirmasi.
Ketika wartawan koran ini datang ke lokasi dan meminta tanggapan bagian humas maupun resepsionis, hanya disuruh menunggu.
Tiga jam kemudian masih tidak ada jawaban.
Ketika dikonfirmasi lagi, juga tidak mendapat jawaban dengan alasan seluruh komisaris RS Mitra Delima pulang.
Beberapa jam sebelumnya juga terjadi kebakaran di pabrik lidi Jalan Raya Desa Codo, Kecamatan Wajak.
Pabrik lidi milik Daniel, 54, warga Desa Codo itu kebakaran akibat oven yang terlalu panas, sehingga mengeluarkan percikan api.
Api mem besar dan menghanguskan bangunan 3x6 meter tersebut.
“Kerugian yang dialami mencapai Rp 50 juta,” ujar Komandan Regu III Damkar Kabupaten Malang Andrianto.
Api sulit dijinakkan karena oven yang terhubung dengan listrik dan ruangan dipenuhi barang yang mudah terbakar.
Petugas baru bisa memastikan api benar-benar padam kisaran pukul 22.00. (aff/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana