Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UMKM: Produsen Tahu di Karangploso Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai Impor

Mahmudan • Jumat, 7 Februari 2025 | 19:45 WIB
INDUSTRI RUMAHAN: Seorang pegawai di rumah produksi desa Bocek, Kecamatan Karangploso memproses kedelai menjadi tahu kemarin (6/2). (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)
INDUSTRI RUMAHAN: Seorang pegawai di rumah produksi desa Bocek, Kecamatan Karangploso memproses kedelai menjadi tahu kemarin (6/2). (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)

KARANGPLOSO - Meskipun sempat turun beberapa waktu lalu, harga kedelai impor kembali naik.

Kenaikan harga kedelai impor tersebut berpengaruh terhadap produsen tahu.

Salah satunya yang memiliki rumah produksi di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso.

Salah satu produsen tahu, Ana Susanti mengatakan, harga kedelai impor saat ini mencapai Rp 9.250 per kilogram.

Harga tersebut terus mengalami kenaikan setiap hari.

Beberapa hari yang lalu masih Rp 9.100 per kilogram.

Sebelumnya juga lebih rendah, yakni Rp 9.000 per kilogram.

Meski kenaikannya relatif sedikit, namun dia merasakan dampaknya.

Sebab, dia membutuhkan sekitar 600 kilogram kedelai impor per hari.

“Seandainya kami bisa membeli di koperasi, mungkin bisa lebih terjangkau. Sekitar Rp 7.000 8.000 per kilogramnya. Namun, karena kami membeli dari luar kota, jadi lebih mahal,” ucap perempuan 52 tahun itu.

Kedelai tersebut diperoleh dari Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Setiap hari, distributor kedelai impor itu akan datang memasok bahan baku pembuatan tahu itu.

Untuk membuatnya, Ana menjelaskan, kedelai dibersihkan dan direndam selama 22,5 jam di suhu ruang.

Kemudian digiling dan direbus.

Begitu matang, langsung disaring untuk memisahkan ampas dan saripati kedelai giling itu.

Ampasnya dijadikan pakan ternak dan sari patinya dicetak menggunakan balok menjadi tahu.

Sehingga tidak ada bahan yang terbuang.

“Per 12,5 kilogram kedelai akan menjadi satu keranjang tahu. Per keranjang berisi 50100 tahu, tergantung ukurannya,” kata pemilik usaha tahu yang berdiri sejak 11 tahun lalu itu.

Sehingga jika ditotal, dalam satu hari dia bisa menghasilkan 48 keranjang tahu yang berisi 2.4004.800 potong.

Harganya pun bervariasi.

Untuk tahu mentah berkisar Rp 2.000 sampai Rp 3.000.

Sedangkan untuk tahu yang sudah digoreng berkisar Rp 400 sampai Rp 800 per biji.

Seperti produsen olahan kedelai lainnya, ketika ada kenaikan harga bahan baku, dia tidak bisa menaikkan harga jual.

“Pelanggan kami kebanyakan menjual lagi tahunya. Kalau harga dari kami naikkan, nanti masyarakat yang kesulitan. Jadi, lebih baik kami kurangi ukurannya atau bahkan keuntungan kami yang lebih kecil,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#harga naik #UMKM #karangploso #Naik #kedelai impor #produsen tahu #kenaikan harga