Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pakai Pakan Organik, Peternak di Wagir Hasilkan 3.000 Telur Bebek Per Hari

Mahmudan • Selasa, 11 Februari 2025 | 01:25 WIB
PAKAN BERKUALITAS: Seorang peternak bebek petelur di desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir memberi makan ribuan bebek di kandangnya. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJRUHAN)
PAKAN BERKUALITAS: Seorang peternak bebek petelur di desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir memberi makan ribuan bebek di kandangnya. (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJRUHAN)

WAGIR – Ini bisa menjadi solusi bagi peternak yang ingin sukses.

Kuncinya adalah penyediaan pakan berkualitas.

Itulah yang dialami peternak di Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir.

Peternakan itu memanfaatkan pakan organik untuk meningkatkan produktivitas bebek petelur.

Salah satu peternak bebek di Desa Sidorahayu Nur Samiaji mengatakan, produksi telur bebek meningkat setelah mengonsumsi racikan sendiri.

“Saya pernah beli pakan dari pabrik. Persentase bebek yang bertelur maksimal 70 persen. Namun saat meng gu nakan pakan buatan sen diri bisa sampai 90 persen,” kata pria yang menjabat Kepala Desa (Kades) Sidorahayu itu.

Pakan tersebut terdiri atas bahan-bahan organik.

Salah satunya roti sebagai sumber karbohidrat.

Bahan-bahan itu kemudian dihaluskan dan dicampur dengan air ketika akan memberikannya kepada bebek.

”Kalau dihitung, per kilogram pakan yang saya buat cuma Rp 6.000. Kalau beli di pabrik bisa sampai Rp 9.000 per kilogram. Kualitas pakan kami juga bisa bersaing,” kata dia.

Di dalam kandang tersebut terdapat sekitar 7.000 ekor bebek.

Sekitar 3.000 bebek sedang dalam usia produktif, sedangkan sisanya ada yang belum memasuki usia produktif maupun sudah afkir.

Sehingga dengan persentase 90 persen, dalam satu hari, kandang bebeknya dapat memproduksi 2.700 butir telur.

Idealnya, bebek akan mulai bertelur ketika berusia 5-6 bulan.

Setiap bebek dapat menghasilkan satu butir telur per hari.

Sehingga bulan depan produksi telurnya diperkirakan terus meningkat.

Bahkan hingga lebih dari 3.000 butir telur per hari.

Sebab, bebek yang belum produktif sudah mulai produktif bulan depan.

“Telurnya ini diolah ibu-ibu menjadi telur asin. Kemudian, saya bantu pemasaran,” ucapnya.

Sebelumnya, telur tersebut dipasarkan hingga ke Blitar.

Namun karena keterbatasan produksi, pemasaran telur saat ini masih di lingkup lokal.

Itu pun masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pakan organik #Wagir #organik #peternak #bebek #Telur Bebek