WONOSARI – Hujan disertai angin kencang yang melanda Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari merusakkan rumah warga.
Atap rumah seorang warga RT 06 RW 12 ambrol diterpa angin.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, peristiwa ambrolnya atap rumah Supardi berlangsung sekitar pukul 12.30.
“Separo atap rumah tersebut ambrol. Pukul 15.15 kami lakukan evakuasi dengan mengangkat seluruh genting rumah,” terang dia.
Informasi yang dihimpun, rangka atap rumah terbuat dari kayu sengon.
Pada saat kejadian, kondisi rangka kayu sudah sangat lapuk.
Hasil assessment tim BPBD menyebut bahwa sebagian besar rangka atap dinyatakan sudah tidak mampu menahan beban genting dan terpaan angin kencang.
Pelapukan kayu tersebut diperkirakan sejak beberapa tahun lalu.
Ditambah guyuran hujan disertai angin mengakibatkan atap ambrol.
“Kondisi tersebut akan sangat membahayakan bagi 3 orang yang tinggal di dalamnya,” kata Sadono.
Hanya rumah Supardi yang mengalami kerusakan.
Sedangkan rumah teteangga sisi kiri dan kanan tidak terdampak.
“Untuk sementara waktu, keluarga Supardi mengungsi di rumah kerabatnya yang bersebelahan dengan lokasi kejadian,” ujar Sadono.
Setelah pembersihan, bagian atap rumah ditutup dengan kain terpal.
Hal itu dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Tidak ada yang terluka dalam kejadian tersebut.
Lantaran pada saat ambrol, rumah dalam keadaan sepi.
”Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 7 juta,” kata dia.
Potensi cuaca buruk masih terus menghantui.
Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es bisa terjadi pada 7 sampai 16 Februari depan.
Sadono mengimbau agar masyarakat terus waspada. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana