LAWANG – Hati-hati bila Anda berkendara.
Perhitungan secara matang sebelum memutuskan untuk mendahului kendaraan lain di depannya.
Sebab jika perhitungan salah, risikonya bisa kehilangan nyawa.
Itulah yang dialami Agus Susanto, 31, warga Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, kemarin (10/2).
Pengendara sepeda motor Honda 70 tana nomor polisi (nopol) itu mengalami kecelakaan saat berusaha mendahului kendaraan lain yang ada di depannya.
Mulanya, dia mengendara sepeda motor sekitar pukul 07.00.
Sesampai di Jalan Raya Dr. Sutomo, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Agus mendahului Honda Scoopy di depannya.
Sepeda motor dengan nomor polisi N 6829 GD dikendarai oleh Hariadi, 58, warga Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang.
“Karena korban kurang berhaluan ke kanan, akhirnya tersenggol oleh kendaraan yang akan disalipnya,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Joko Taruna di sela melakukan olah TKP kemarin.
Akibat senggolan tersebut, Agus tidak bisa mengendalikan sepeda motornya sehingga oleng dan terjatuh di tengah jalan.
Posisi korban terpental dua meter dari sepeda motornya.
Helm sebagai pelindung kepala hancur, kemudian kepala korban langsung terbentur aspal.
Hal itu membuat korban mengalami luka parah di bagian kepala.
Warga sekitar yang mengetahui kecelakaan tersebut menghubungi aparat kepolisian.
Korban yang tidak sadarkan diri langsung dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Namun saat di jalan korban sudah menghembuskan napas terakhir,” lanjut Joko.
Kendaraan yang membawa korban pun berbalik arah menuju rumah duka di Pasuruan.
Sementara Hariadi baik-baik saja karena berhasil menyeimbangkan kendaraan seusai bersenggolan dengan korban.
Kedua kendaraan tidak mengalami kerusakan yang parah.
Lalu lintas sempat terhambat, namun tidak sampai terjadi kemacetan panjang.
Saat ini korban sudah dimakamkan di kediamannya.
Joko mengimbau kepada pengendara lain untuk berhati-hati saat berkendara, terutama pada jam sibuk seperti pagi hari pukul 06.00 hingga 09.00 dan sore mulai pukul 15.00 hingga 18.00.
Pada jam tersebut, dia mengatakan, volume kendaraan cenderung meningkat dan fatalitas kecelakaan semakin tinggi.
“Berkendara saat traffic hour harus lebih hati-hati dan tidak tergesa-gesa,” pungkas Joko. (aff/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana