Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Modal Pekarangan, Warga Kepanjen Per Minggu Suplai 3 Kuintal Bibit Padi

Mahmudan • Rabu, 19 Februari 2025 | 01:00 WIB
INOVATIF: Gunawan menunjukkan bibit padi di pekarangan rumahnya, Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, kemarin (17/2). (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)
INOVATIF: Gunawan menunjukkan bibit padi di pekarangan rumahnya, Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, kemarin (17/2). (INDAH MEI YUNITA/RADAR KANJURUHAN)

KEPANJEN - Inovasi di bidang pertanian semakin berkembang.

Jika biasanya penyemaian bibit padi di lakukan di sawah, kini bisa dilakukan di pekarangan rumah.

Itulah yang dilakukan Gunawan, petani asal Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen.

Meskipun hanya menyemai bibit pekarangan rumah, dia bisa memasok bibit padi untuk para petani.

Dalam sepekan, dia biasanya mengirim 3 kuintal bibit padi.

Itu dapat ditanam di lahan dengan luas sekitar 6 hektare sawah.

Sebab, per hektare sawah rata-rata membutuhkan 4560 kilogram bibit padi.

“Per gulung atau satu kilogram ini seharga Rp 30 ribu. Kalau petani membawa benih sendiri itu harganya Rp 10 ribu,” kata Gunawan.

Dari pengakuan pelanggan Gunawan yang semua petani, membeli gulungan bibit padi lebih efektif dibandingkan menyemai benih padi di sawah secara langsung.

Selain itu, mayoritas petani memang lebih tertarik membeli bibit padi dari Kecamatan Sumberpucung, Kepanjen, Gondanglegi, dan sekitarnya.

”Kalau di sini (Curungrejo, Kecamatan Kapenjan) kan bibit cepat hijau, nggak gampang asam-asaman. Hama juga bisa dikendalikan, tidak seperti di sawah,” ucap pria berusia 42 tahun itu.

Usaha pembibitan padi miliknya berawal dari kegagalan dalam menanam padi di sawah.

Sebab, sawahnya yang waktu itu ada di dekat Kalisukun sering terendam banjir saat hujan.

Akhirnya, dia coba-coba beralih usaha dengan menyemai benih padi di pekarangan rumah.

Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut mulai dikenal.

Banyak petani memesan bibit padi dari dia.

Ada juga petani yang membawa benih sendiri untuk dijadikan bibit.

Proses pembibitan padi pun cukup sederhana.

Yakni benih padi harus direndam terlebih dahulu sampai mengeluarkan kecambah.

Kemudian dia akan menyiapkan media penyemaian berupa tanah kosong yang dilapisi plastik bening.

Plastik tersebut ditaburi tanah secara merata dan benih yang sudah berkecambah ditaburkan ke atasnya.

Tanah itu kemudian ditutup kain dan rutin disiram setiap hari, kecuali saat musim hujan.

Benih tersebut akan menjadi bibit siap tanam pada usia 12 hari.

Saat kemarau, bibit baru siap tanam saat usia 15 hari. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pertanian #bibit padi #WARGA KEPANJEN #pekarangan