Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Area Candi Singosari Butuh Jalan Paving

Mahmudan • Jumat, 21 Februari 2025 | 19:10 WIB
WISATA SEJARAH: Wisatawan menikmati keindahan Candi Singosari di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang kemarin.
WISATA SEJARAH: Wisatawan menikmati keindahan Candi Singosari di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang kemarin.

SINGOSARI – Candi Singosari masih diminati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Untuk wisatawan lokal didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa.

Namun akses untuk wisatawan perlu dibenahi, terutama lahan di area candi.

Juru Pelihara Candi Singosari Damanhuri mengatakan, jalan yang digunakan pengunjung mengelilingi area candi masih berupa tanah.

Setelah diguyur hujan deras, jalan tersebut akan berlumpur, sehingga membuat pengunjung tidak nyaman.

“Saat ada kunjungan dari kementerian kebudayaan beberapa waktu lalu, saya sudah menyampaikan untuk dipaving,” ujar pria yang akrab disapa Jaman itu.

“Katanya akan diperbaiki tahun ini. Mungkin pertengahan 2025, tapi saya belum bisa memastikan,” imbuhnya.

Menurut dia, kelestarian lingkungan candi memang kurang mendapat perhatian pemerintah.

Sebagai contoh, jalan dari pintu masuk yang memiliki panjang 15 meter saja dipaving menggunakan kas candi.

Biayanya menghabiskan dana sekitar Rp 350 ribu.

Itu diperoleh dari pengunjung yang memberikan sumbangan seikhlasnya.

Pembangunannya dilakukan sekitar 2005 lalu dengan lebar 1,2 meter.

Sedangkan bagian pagar sudah ditembok menggunakan batako sejak akhir 2023 lalu.

Sebelumnya, sejak 1990an, pagar tersebut masih terbuat dari besi yang dilengkapi kawat duri.

“Pengunjung sempat menyampaikan, ini kan tempat wisata internasional, kenapa pagarnya tidak layak seperti itu? Akhirnya akhir 2023 lalu mendapat jatah perbaikan,” kata pria berusia 66 tahun itu.

Selain itu, pihaknya juga kekurangan lahan untuk area parkir pengunjung.

Lahan yang terbatas menyulitkan pengunjung yang ingin menikmati keindahan candi.

Hal itu dikhawatirkan berdampak pada merosotnya jumlah kunjungan wisatawan.

Damanhuri mengatakan, pihaknya sudah mengajukan anggaran perbaikan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK).

Saat itu pengelolaan candi masih di bawah Kemendikbudristek.

Sebab masih menyatu dengan kementerian kebudayaan.

Sementara itu, kunjungan wisatawan di Candi Singosari mencapai 2.000-2.500 jiwa per bulan.

Dari jumlah tersebut, 20 persen di antaranya termasuk wisatawan mancanegara (wisman).

Kunjungan paling ramai pada September lalu.

Biasanya wisatawan datang ke candi tidak hanya untuk berfoto.

Melainkan juga mempelajari sejarah Candi Singosari.

Biasanya, dia mengatakan, wisman sudah membawa tour guide yang bertugas untuk menjelaskan terkait sejarah Candi Singosari.

Namun jika tidak ada tour guide, mereka akan meminta bantuan juru pelihara untuk menjelaskan sejarah tersebut.

Imbalan pun tidak dipatok harga.

Biasanya mereka memberikan sekitar Rp 50 ribu yang digunakan untuk pemeliharaan sarana pelengkap candi.

Seperti toilet umum.

Sementara, wisatawan lokal, selain untuk melihat candi, juga biasanya untuk keperluan tugas sekolah atau kuliah.

Seperti membuat video dengan latar belakang Candi Singosari. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#singosari #Candi Bersejarah #Kabupaten Malang #candi singosari malang #perbaikan lahan candi singosari